in

Destinasi Pariwisata di Kota Semarang Perlu Tingkatkan Atraksi Wisata

Foto ilustrasi: Sesaji Rewanda yang dilaksanakan masyarakat Kelurahan Kandri, Gunungpati, Semarang.

 

HALO SEMARANG – Atraksi wisata menjadi kunci utama sebuah destinasi pariwisata untuk berkembang dan bertahan di era pandemi.
Hal itu disampaikan Nurul Wakhid, Koordinator Pegiat Wisata Kota Semarang, Minggu (10/10/2021). Menurutnya, setiap destinasi pariwisata di kota ini harus terus berkreasi menciptakan atraksi baru agar calon pengunjung terus berdatangan.

“Berkreasi terus menerus dan selalu memunculkan sesuatu yang baru dengan melakukan inovasi atraksi,” terangnya.

Dijelaskan, hal ini berdasar penelitian yang dilakukannnya dalam merampungkan tesis pendidikan pasca sarjananya di Stiepari Semarang. Dalam penelitian tersebut, ia yang lebih akrab disapa Gus Wahid United ini mendapatkan fakta, bahwa dominan responden lebih tertarik berkunjung ke destinasi pariwisata karena faktor atraksi.

Mengangkat judul Pengaruh Info Wisata, Media Sosial, Atraksi dan Aksesibilitas terhadap Minat Kunjung Wisatawan, penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa atraksi menjadi variebel paling penting dalam menarik minat wisatawan berkunjung ke destinasi pariwisata. Bahkan variabel ini memiliki nilai jauh di atas variabel media sosial.

“Karenanya, pengelola ada baiknya terus melalukan kreasi dan inovasi terkait atraksi yang mereka hadirkan. Baik atraksi alam, budaya maupun hasil kreativitas lainnya,” imbuh Gus Wahid yang juga pengurus Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS) ini.

Dengan adanya atraksi yang menarik, unik dan berbeda lalu kemudian dipromosikan melalui media sosial, ketertarikan calon pengunjung akan semakin besar untuk datang. Dengan demikian, jumlah kunjungan dan pemasukan untuk pengelola tempat wisata akan terus bergulir.

Pengunjung juga mendapatkan pengalaman yang selalu berbeda dalam setiap kunjungan mereka. Oleh karenanya, wisatawan tidak merasa jenuh karena selalu memiliki pengalaman yang baru dalam setiap kunjungan mereka ke destinasi yang sama.

Hal ini tentu selaras dengan visi Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang ingin membawa Semarang menuju daerah tujuan wisata. Dengan semakin banyak dan uniknya atraksi di destinasi pariwisata di Kota Semarang, wisatawan lebih memiliki pilihan yang beragam yang kesemuanya diharapkan memiliki kualitas yang memadai.

“Saya pribadi merekomendasikan adanya perubahan, tambahan atau pergantian atraksi sekurangnya 1 tahun dan paling lambat 2 tahun. Dengan harapan pengunjung selalu mendapatkan pengalaman baru dalam setiap kegiatan wisata mereka. Jangan sampai muncul idiom ‘wah wes tau’ ketika pengunjung diajak berwisata ke suatu destinasi pariwisata. Selamat berkreasi,” pungkasnya.(HS)

Share This

Alami Peningkatan Lima Persen, Biro Perjalanan Wisata Jateng Bernapas Lega

Timnas Indonesia Matangkan Taktik dan Strategi untuk Laga Leg Kedua Versus Taiwan