in

Desa Sumur, Tamansari Gelar Merti Desa Secara Terbatas

Kirab budaya merti desa di Desa Sumur Kecamatan Tamansari, yang membawa hasil bumi seperti terong, wortel, singkong, ketela, jeruk dan jagung, di lingkungan balai desa setempat. Rabu (29/9) (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Warga  di lereng Gunung Merapi, yakni di Desa Sumur, Kecamatan Tamansari, Boyolali, Rabu(30/9) menggelar merti desa, atau selamatan desa di balai desa setempat.

Kepala Desa Sumur, Siti Prihatin mengutarakan, merti desa ini sebagai bentuk melestarikan budaya Jawa, sekaligus selamatan untuk meminta kepada Tuhan, agar pandemi Covid-19 segara berakhir.

“Di masa pandemi ini, memang ada warga yang terpapar corona, namun beruntung tidak sampai meninggal. Kami sangat bersyukur,” kata dia, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Dia mengatakan, saat merti desa tersebut mengirab tumpeng gunungan yang terbuat dari hasil bumi, seperti terong, wortel, singkong, ketela, jeruk, dan jagung.

“Selain mengadakan gunugan, juga ada seni Warogkan, tarian khas lereng Merapi. Kegiatan seperti ini, dilakukan sekali setiap tahun sehabis panen. Tetapi  di masa pandemi ini, kami gelar dengan cara sederhana dan protokol kesehatan yang ketat,” kata Kades.

Pihaknya juga berharap, semoga pandemi segera berakhir, sehingga kegiatan masyarakat kembali normal dan anak-anak sekolah kembali belajar di sekolah.

” Masyarakat sudah melaksanakan vaksinasi dan di sini hampir 80 persen,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdik) Boyolali, Darmanto mengatakan salah satu tugas instansi tersebut adalah melestarikan budaya benda dan tak benda.

“Candi, bagunan kuno adat istiadat itu warisan leluhur dan salah satunya bersih desa. Kirab budaya adalah kebanggaan kita semua,” katanya. (HS-08)

Share This

BKKBN Sediakan Vaksin Untuk 220 Ribu Sasaran di Boyolali

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Kamis (30/9/2021)