Densus Bergerak Cepat Tangkap Sejumlah Terduga Teroris

Penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror Polri. (Foto : seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pascaserangan bom bunuh diri di gerbang gereja Katedral Makassar, Polri bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan, menangkap terduga teroris, dan menggeledah rumah mereka di sejumlah wilayah.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono SIK MSi, mengatakan dari hasil penyelidikan, pelaku bom bunuh diri di Makassar adalah pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan.

“Betul pelaku pasangam suami istri baru menikah enam bulan,” terang Kadivhumas, Senin (29/3), seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.

Menurut Kadivhumas, identitas laki-laki tersebut diketahui L sementara yang wanita YSF pekerjaaan swasta.

“Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelakunya lainnya,” ujar Kadivhumas.

Selain itu, Kadivhumas juga mengatakan, sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya. Termasuk rumah pelaku.

“Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,” tandas Kadivhumas.

Kadivhumas juga mengungkapkan, pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina.

Sementara itu, jumlah korban luka akibat bom bunuh diri yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 15 orang. Sebanyak 13 di antaranya di rawat di RS Bhayangkari Makassar dan 2 lainnya di RS Siloam.

“Dari 19 korban luka saat ini tinggal 15 orang. 4 lainnya diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan,” kata Argo.

Sementara itu ketika Densus 88 menggeledah sebuah rumah di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Senin (29/3), terdengar sebuah suara ledakan yang cukup keras, disusul kepulan asap dari dalam rumah tersebut..

Belum diketahui sumber ledakan tersebut, apakah berkaitan dengan bom atau tidak. Saat ini lokasi masih disterilisasi oleh aparat petugas.

Dalam penggeledahan yang dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran tersebut, tim Densus 88 Polri mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi tersebut. Di antaranya ada mobil putih dan juga koper. Namun tidak tidak diketahui apa isi dari koper tersebut.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya juga menangkap terduga teroris di Jalan Raya Cikarang-Cibarusah, Kabupaten Bekasi dan di Jalan Raya Condet nomor 1, RT 005 RW 003, Kelurahan Bale Kambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur Senin (29/3).

“TKP diduga teroris,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus, Senin (29/3)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, teroris yang digerebek merupakan jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

Terduga teroris ini diduga berkaitan dengan kasus ledakan di Gereja Katedral Makassar.

Sebelumnya, empat terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), juga ditangkap di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keempatnya kemudian dibawa ke markas Polda NTB.

“Betul, sudah sampai ke Mapolda NTB,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, Senin (29/3).

Sebelum dibawa ke Mapolda NTB, mereka diamankan di markas Brimob Bima, Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Keempat anggota JAD itu ditangkap oleh Densus 88 pada Minggu (28/3) malam. Mereka ditangkap pada lokasi yang berbeda.

Keempat terduga teroris tersebut tiba di Mapolda NTB sekitar pukul 08.40 Wita setelah diterbangkan dari Bandara Sultan Salahuddin Bima.

Para terduga teroris ini yakni, Burhanudin alias Gozi (32), seorang pengajar di sebuah TPQ di Kelurahan Penatoi. Kemudian Muhammad (32), pekerjaan penjual tahu keliling dan tinggal di Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Keduanya ditangkap di Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, dan Pasar Amahami, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Sementara itu, dua orang lainnya berinisial S dan H belum diketahui identitas lengkapnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.