Densus 88 Antiteror Polri Pantau Gerakan 6.000 Anggota Teroris JI, BNPT Berharap Kerja Sama Bakamla

Densus 88 Antiteror Polri. (Foto : Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Polri terus memantau pergerakan sekitar 6.000 anggota dan simpatisan teroris yang dalam Jamaah Islamiyah (JI). Sementara Badang Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), juga melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, untuk menangkal terorisme.

Kabag Penum Biro Penmas Divhumas Polri Kombes Polisi Dr H Ahmad Ramadhan SH MH MSi, mengatakan ribuan anggota dan simpatisan teroris tersebut, terbagi dalam kelompok-kelompok yang berkiblat pada JI.

Keberadaan mereka, hingga saat ini masih terus dipantau Densus 88 Antiteror Polri, yang akan terus mengembangkan operasi, demi menuntaskan kelompok ini.

“JI itu anggota dan kelompoknya pernah kami sampaikan jumlahnya 6.000. Nah 6.000 itu gabungan anggota dan simpatisan. Simpatisan bisa bergeser tentunya. Ya Densus 88 tidak akan berhenti dan terus memantau dan memonitor kelompok-kelompok tersebut,” kata Kabag Penum Biro Penmas Divhumas Polri Kombes Polisi Dr H Ahmad Ramadhan SH MH MSi, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.

Sementara itu, upaya untuk menangkal terorisme, juga dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dengan menjalin kerja sama berbagai pihak.

Salah satu yang diharapkan dapat berperan aktif adalah Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Sekretaris Utama BNPT Mayjen TNI Untung Budiharto, berharap kerja sama BNPT dan Bakamla RI, dapat dijalin untuk memetakan terorisme di laut.

Saat menerima kunjungan Bakamla, di Ruang Rapat Utama Gedung Baladika BNPT, Jumat (12/3) lalu, Untung mengungkapkan selama ini informasi yang didapat BNPT terkait terorisme di laut masih sangat minim.

“Diharapkan dengan kerja sama ini, akan terbuka lagi pemahaman bentuk terorisme maritim, termasuk di dalamnya pemetaan terorisme di laut, mulai yang high risk sampai low risk,” kata Untung, seperti dirilis BNPT.go.id.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan Pasal 61, Badan Keamanan Laut mempunyai tugas melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

Tujuan kunjungan strategis tersebut di antaranya guna membahas langkah-langkah strategis penguatan sinergitas pengawasan dan pengamanan laut melalui penguatan interoperabilitas sistem peringatan dini dan operasi keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan Indonesia dan yurisdiksi Indonesia.

“Kunjungan strategis menjadi pembuka terbentuknya konsep sistem peringatan dini terpadu dan terintegrasi, serta mekanisme penguatan interoperabilitas antar instansi penegak hukum di laut,” kata Untung.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Utama BNPT Mayjen TNI Untung Budiharto, didampingi oleh Direktur Perangkat Hukum Internasional Joko Sulistyanto, Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Humas Bangbang Surono, Kepala Biro Umum Marsma TNI Fanfan Infansyah, serta penjabat terkait di lingkungan BNPT.

Hadir pula Direktur Strategi Keamanan Bakamla Laksamana Pertama Bakamla Joko Sutrisno didampingi Kasubdit Harmonisasi Strategi Kamla Bakamla RI Kolonel Bakamla Andy K Wijaya, Kasubdit Perumusan Strategi Kamla Bakamla RI Kolonel Bakamla Iwan Muri, Kasubdit Monev Strategi Kamla Bakamla RI, Kolonel Bakamla Ropitno, serta jajaran bidang Strategi Operasi Kamla Bakamla RI. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.