Denpom Pastikan Bedah Rumah Pejuang Veteran Semarang Segera Rampung

Komandan Denpom IV/5 Semarang, Mayor CPM F Okto Femula, Ketua DPD REI Jateng Suhartono, dan beserta anggota REI Jateng lainnya meninjau proses rehab rumah pejuang kemerdekaan cikal bakal TNI, Purnawirawan Kapten CPM Sanjoto, Senin, (19/10/2020).

 

HALO SEMARANG – Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/5 Semarang bersama REI Jawa Tengah, memastikan bedah rumah yang ditempati oleh salah satu pejuang kemerdekaan di Semarang, Sanjoto segera rampung.

Saat ini rumah yang beralamat di Jalan Blimbing Raya No 34 RT 01/RW IV Kelurahan Peterongan, Semarang Selatan ini tengah dalam tahap renovasi total, karena sebelumnya dinilai tidak layak huni.

Komandan Denpom IV/5 Semarang, Mayor CPM F Okto Femula mengatakan, program bedah rumah kali ini khusus untuk rumah yang ditempati pejuang veteran Semarang.

Hal ini berawal dari sekitar satu bulan lalu, dirinya datang ke sini bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang melihat kondisi rumah tersebut tidak layak huni.

“Akhirnya keinginan kami disambut oleh REI Jawa Tengah untuk melakukan rehab bersama-sama rumah Pak Sanjoto. Dan target penyelesaian telah rampung yakni sebelum tanggal 10 November 2020, bertepatan dengan Hari Pahlawan,” katanya, Senin, (19/10/2020).

Nantinya, kata Okto, setelah selesai direnovasi, rumah tersebut sudah siap untuk ditempati lagi. Tentunya dengan perabotan dan isi rumah yang baru juga.

Ketua DPD Real Estatet Indonesia (REI) Jateng, Suhartono mengatakan, sebelumnya DPD REI Jateng juga melakukan hal yang serupa di Solo. Yakni melakukan rehab asrama Denpom, dan rumah purnawirwan.

Pihaknya berharap dengan sinergi dengan Denpom IV/5 Semarang yang merehab rumah salah satu pejuang kemerdekaan ini bisa berjalan lancar, dan akan rampung pada saat momentum Hari Pahlawan.

“Ini program CSR kami. Kalau ini kerja sama dengan Denpom untuk yang ketiga kalinya. Sedangkan kriteria rumah yang bedah dengan menerima masukan dari Denpom,” ujarnya.

Pejuang veteran Sanjoto (90) menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memperhatikan dirinya. Dan dirinya merasa bangga dan bersyukur atas direhabnya kediamannya.

“Rumah ini sudah saya tempati sejak tahun 1970. Sebelum direnovasi, rumah saya sering bocor dan banjir karena kucuran air dari genteng bocor,” ujar Sanjoto.

Selain itu, Sanjoto juga mengungkapkan kondisi penyangga atap rumah juga sudah dalam keadaan lapuk dimakan rayap.

“Setelah direhab saya tidak lagi khawatir kejatuhan genteng tau banjir,” imbuh pejuang yang telah mengangkat senjata melawan penjajah dari tahun 1942 ini.

Sementara, menurut Chrysanthus Wawan Edy selaku penanggung jawab pekerjaan renovasi atau bedah rumah, pekerjaan sudah rampung 50 persen setelah berjalan dalam waktu 2 minggu.

“Yang sudah dikerjakan dan rampung adalah pembuatan fondasi, peninggian bagunan tembok, pembuatan rangka atap dan pemasangan genting serta plaster permukaan tembok. Selanjutnya akan dilakukan peninggian lantai dan pemasangan keramik serta pembuatan kamar mandi berikut jamban. Semuanya akan rampung sekitar 2 minggu atau sebelum 10 November 2020 nanti,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.