Dengan Program TKM, Pemerintah Tumbuhkan Wirausaha Baru

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Hindun Anisah, dalam monitoring dan evaluasi (Monev) program TKM JPS Covid-19 Kabupaten Magelang, beberapa waktu lalu. (Foto : Magelangkab.go.id)

 

HALO MAGELANG – Angka pengangguran di Indonesia, pada masa pandemi ini meningkat 2,8 juta orang. Kementerian Tenaga Kerja berupaya untuk menurunkan jumlah pengangguran ini, melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid-19.

Hal itu disampaikan Hindun Anisah, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, ketika memonitor dan mengevaluasi program tersebut di Kampung Ulam Desa Menayu Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Seperti dirilis Magelangkab.go.id. Hindun mengatakan sebelum pandemi, pengangguran di Indonesia sebesar 6,9 juta, dan setelah pandemi menjadi 9,7 juta.

“Ini memprihatinkan, pengangguran ada di sektor formal dan informal,” kata dia.

Dia mengatakan, pengangguran dalam hal ini bukan hanya dari sektor formal. Artinya bukan hanya para karyawan, yang kemudian terkena PHK, karena operasional perusahaanya terdampak Covid-19.

Orang-orang yang semula punya usaha, tetapi kemudian berhenti akibat Covid-19, juga bisa disebut pengangguran. “Sektor informal, misalnya yang punya usaha, tetapi tidak bisa berproduksi di masa pandemi ini,” kata dia Kamis (24/12), seperti dirilis Magelangkab.go.id.

Pemerintah berupaya membantu mereka dengan berbagai cara, antara lain melalui pemberian bantuan dalam program TKM JPS Covid-19. Mereka yang tergabung dalam kelompok-kelompok usaha, mendapatkan bantuan dana. Dana ini nantinya bisa menjadi modal untuk membuka usaha baru. Dengan demikian, nantinya akan tumbuh wirausahawan-wirausahawan baru.

Kemenaker memberikan bantuan TKM JPS Covid-19, untuk 8.750 kelompok di Indonesia, dengan nilai bantuan Rp 40 juta per kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 20 orang. Pencairan hingga akhir Desember ini sudah mencapai 99%.

Penerima ini berasal dari berbagai bidang usaha, seperti konveksi, perikanan, pertanian, keuangan dan lainnya. Untuk mengajukan bantuan, mereka harus mendapatkan rekomendasi dari kepala desa setempat. Penggunaan bantuan tersebut bisa untuk merintis usaha atau mengembangkan usaha yang sudah ada.

“Penggunaannya tergantung kreativitas dari anggota kelompok tersebut,” jelasnya.

Dari monev tersebut, Anisah mengaku ingin mengetahui sejauh mana manfaat dari program TKM JPS Covid-19 di masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi penerima program di Desa Menayu karena telah melaksanakan usaha perikanan dari hulu hingga hilir, yakni mulai pembibitan hingga pengolahan hasil produk ikan.

Dirinya berharap kelompok yang sudah ada bisa berkembang menjadi lebih besar. “Kelompok-kelompok di sini sudah solid. Produknya tadi saya coba juga sudah enak. Tinggal pengemasannya, karena pengemasan itu penting, mungkin bisa menggandeng seniman untuk membuat kemasan yang menarik,” katanya.

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sidomakmur Desa Menayu, Sultoni mengungkapkan di Kabupaten Magelang ada 14 kelompok perikanan yang menjadi sasaran program TKM JPS Covid-19, dengan klaster usaha mulai hulu sampai hilir meliputi pembenihan (3 kelompok), pembudidaya (7) pengolahan (3) dan pemasaran (1).

“Adanya beragam sektor usaha ini menjadi networking yang terintegrasi. Misalnya untuk pembibitan ikan di Menayu, ditebar di kelompok di Kecamatan Kajoran, nanti dari sana dipasarkan lagi di Menayu,” katanya.

Dia menyebutkan di kelompok Sidomakmur yang merupakan klaster pembudi daya, dari bantuan yang telah cair pada pertengahan November lalu, saat ini telah mulai ada pesanan hasil budidaya. Ikan yang dibudidayakan terdiri dua macam yakni ikan konsumsi seperti nila, lele, gurame dan patin, serta ikan hias seperti komet, koi, arwana, cupang dan klathi. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.