in

Dengan Daya 3.500 VA, Pelanggan PLN Bisa Gunakan 10 Alat Elektronik Tanpa Padam

Foto : Press release PLN

 

HALO SEMARANG – Pelanggan PLN yang menggunakan daya 3.500 VA, memperoleh berbagai kelebihan dalam pelayanan, antara lain dapat mengoperasikan 10 perangkat elektronik dalam waktu bersamaan tanpa padam.

Vice President Komunikasi Korporat PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan dengan daya sebesar itu, pelanggan bisa mengoperasikan dua AC, satu kulkas, televisi ukuran 42 inch, tanpa mengalami gangguan.

Selain itu mereka masih bisa mengoperasikan pompa air, 10 buah lampu rumah, mesin cuci, alat penanak nasi, microwave, dan pemanas air dalam waktu bersamaan.

“Daya sebesar ini, memang digunakan untuk masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas dan sudah hidup dengan gaya modern saat ini. Kami di PLN akan terus memastikan pasokan yang andal untuk pelanggan,” kata Gregorius, dalam press release melalui laman resmi PLN, terkait rencana Pemerintah menaikkan tarif listrik.

Kenaikan tarif tersebut berlaku untuk pelanggan rumah tangga dengan tingkat menengah ke atas, yang menggunakan daya 3.500 volt ampere (VA) ke atas, dari semula Rp 1.444/kWh menjadi Rp 1.699,7/kWh.

Menurut data PLN, jumlah mereka saat ini mencapai 2,09 juta pelanggan atau 2,5 persen dari total pelanggan PLN yang mencapai 83,1 juta.

Penyesuaian tarif juga diberlakukan kepada golongan pemerintah, yang berjumlah 373 ribu pelanggan atau 0,5 persen.

Adapun untuk pelanggan rumah tangga dengan daya di bawah 3.500 VA, bisnis dan industri, tidak mengalami perubahan tarif. Hal ini demi menjaga daya beli masyarakat, daya saing sektor industri dan bisnis, mengendalikan inflasi, serta memperkuat stabilitas perekonomian nasional.

Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan penyesuaian tarif ini dilakukan guna mewujudkan tarif listrik yang berkeadilan di mana kompensasi diberikan kepada masyarakat yang berhak, sementara masyarakat mampu membayar tarif listrik sesuai keekonomian.

“Penerapan kompensasi dikembalikan pada filosofi bantuan pemerintah, yaitu ditujukan bagi keluarga tidak mampu. Ini bukan kenaikan tarif. Ini adalah adjustment, di mana bantuan atau kompensasi harus diterima oleh keluarga yang memang berhak menerimanya,” kata Darmawan. (HS-08)

Lebih 400 Penderita DBD Meninggal, Kemenkes Galakkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik

Bertemu Presiden Jerman, Jokowi Ajak Investasi Kendaraan Listrik