in

Dendam Diputus Pujaan Hati, Pria Di Demak Ini Sebar Foto Syur Mantannya Ke Medsos

MM (29) pelaku penyebar foto syur mantan sudah diamankan polisi.

 

HALO SEMARANG – Gara-gara sakit hati diputus oleh pujaan hatinya, seorang pria asal Sayung, Kabupaten Demak balas dendam dengan sebar foto syur mantan pacarnya ke media sosial (medsos).

Pelaku berinisial MM (29) berhasil ditangkap usai korban bernisial ISJ melaporkan perbuatan pelaku ke Polda Jateng di Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (14/10/2021).

Kasus ini bermula ketika pelaku dan korban berkenalan sejak tahun 2016, kemudian dilanjutkan dengan berpacaran sampai awal tahun 2019. Saat menjalin hubungan itulah, sekitar bulan November 2019 pelaku meminta korban untuk melakukan video call sex (VCS).

Awalnya ketika diminta untuk melakukan hal itu korban menolak, namun pelaku mengancamnya dengan melaporkan ke keluarga korban bahwa ia pernah dicium dan dipeluk oleh pelaku. Karena takut, kemudian korban menuruti keinginan pelaku dan mengirim foto bagian tubuhnya tanpa busana.

“Tindak pidana asusila melalui medsos. Laki-laki dan perempuan pacaran lalu melakukan VCS kemudian direkam. Pada saat putus (aibnya) disebarkan ke medsos Instagram dan Whatsaap,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora kepada halosemarang.id Rabu (20/10/2021).

“Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami gangguan psikis berupa kecemasan, ketakutan, stress, dan perasaan sedih,” tambahnya.

Sementara MM mengakui perbuatannya itu dilakukan lantaran ia kesal sudah dua tahun pacaran kemudian diputus oleh pujaan hatinya.

“Kecewa sudah dua tahun pacaran terus diputusin. Terus saya sebar foto telanjangnya,” bebernya.

Pria yang bekerja sebagai pembuat roti itupun sebelumnya juga tak mengetahui bahwa menyebarkan foto bugil ke medsos adalah perbuatan melanggar hukum.

“Sekarang sudah tahu. Kondisinya (mantan) sekarang juga tidak tahu sudah menikah atau belum,” imbuhnya.

Saat ini polisi sudah menyita barang bukti yang digunakan pelaku. Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, ia diancam dengan Pasal 27 ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman enam tahun.(HS)

Share This

Jalani Misi Perdamaian Bersama PBB Selama 1 Tahun, Anggota Polda Jateng Telah Kembali

Lantik Pejabat Eselon Tiga di Lingkungan Pemkot, Begini Pesan Wali Kota Semarang