Demi Keamanan, Polda Ikut Awasi Proses Pendaftaran Paslon Kepala Daerah di Jateng

Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Jateng, AKBP R Fidelis Purna Timuranto saat memimpin Apel Siaga Ops Mantap Praja Candi 2020, di lapangan Mapolda Jateng, Sabtu (5/9/2020).

 

HALO SEMARANG – Polda Jateng berupaya mengoptimalkan pengamanan dan pantauan tahapan pendaftaran bagi pasangan calon (paslon) kepala daerah yang digelar pada 4 – 6 September 2020 di 21 kabupaten/kota di wilayah Jawa Tengah. Hal itu sebagai upaya untuk menjaga kondusifitas dan keamanan wilayah.

“Harus kita monitoring proses pendaftaran calon bupati-wakil dan calon wali kota dan wakil wali kota
di KPU masing masing daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020,” ujar Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Jateng, AKBP R Fidelis Purna Timuranto saat Apel Siaga Ops Mantap Praja Candi 2020, di lapangan Mapolda Jateng, Sabtu (5/9/2020).

Dalam pengarahannya Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jateng mengingatkan peserta apel agar terus menjaga kondusifitas, terutama daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020.

“Mari kita monitoring kegiatan tersebut jangan sampai ada gejolak yang akan merusak kondusifitas keamanan di wilayah hukum Polda Jateng,” tegasnya.

Fidelis Purna juga mengingatkan jajarannya, terutama di polres yang wilayahnya menggelar pilkada agar pengamanan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Jangan lupa untuk selalu berkoordinasi dengan Gudus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di daerah, untuk berkerja sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polda Jateng,” ujarnya.

Terkait pengamanan dari Polda Jateng di 21 kabupaten/kota, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar F Sutisna menyatakan
pengamanan dilakukan mulai awal pendaftaran sampai pelantikan kepala daerah terpilih.

Menurutnya, sekitar 14 ribu personel polri diturunkan untuk pengamanan Pilkada serentak di 21 kabupaten/kota.

“Jumlah itu ditambah personel dari TNI,” ujarnya.

Iskandar menambahkan, sesuai dengan instruksi dari Kapolda Jateng, bahwa semua Kapolres yang wilayahnya menggelar pilkada tidak boleh mengendorkan pengamanan.

“Semua daerah yang menggelar pilkada untuk menjaga iklim tetap kondusif, mulai dari pendaftaran hingga berakhirnya pelantikan calon terpilih,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.