in

Demak Zona Merah, Bupati Sebut Tingkat Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

Rakor penanganan Covid-19, yang digelar Pemkab Demak bersama Forkopimda, di Gedung Grhadika Bina Praja, 8 Juni 2021. (Foto : Demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Dandim 0716/Demak Letkol Arh Mohamad Ufiz, meminta semua pihak menyamakan persepsi bahwa Demak sudah masuk zona merah. Sehingga perlu kerja sama semua pihak untuk mengatasinya.

“Selama tiga hari berturut-turut kasus Covid-19 naik sekitar 70 perhari. Bapak ibu dikumpulkan di sini karena berperan di lapangan terkait kondisi saat ini, lonjakan kasus Covid 19,” ucap Dandim, seperti dirilis Demakkab.go.id.

Demak, lanjut Dandim, menjadi rangking 1 Bed Occupancy Rate (BOR) tertinggi se-Jawa Tengah untuk ketersediaan ruang perawatan pasien Covid-19. Sehingga menjadi tugas bersama untuk menurunkan angka ini.

Sementara itu dalam rakor penanganan Covid-19 yang digelar Pemerintah Kabupaten Demak bersama forkopimda di Gedung Grhadika Bina Praja, 8 Juni 2021 lalu. Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan bahwa sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 440.1/21 Tahun 2021, tentang penegasan dan pengetatan penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19 di Kabupaten Demak, yang akan berlaku sampai 30 Juni 2021.

SE tersebut diterbitkan karena tingkat kesadaran masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan masih rendah. Selain itu juga untuk memutus rantai penularan Covid-19, demi keselamatan masyarakat Demak.

Adapun beberapa ketentuan dari SE tersebut yakni penutupan tempat pariwisata dan tempat hiburan untuk sementara. Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan kerumunan massa dan berpotensi menimbulkan penularan, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri seperti, pertemuan sosial dan konser musik.

Selanjutnya untuk mencegah dan menekan angka penyebaran Covid-19, pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah. Jika terpaksa keluar rumah, harus mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Bupati, dalam kondisi BOR tertinggi, dan lonjakan kasus Covid yang signifikan, semua pihak harus saling mendukung, bukan saling menyalahkan. Dia juga mengajak untuk mencari solusi, untuk menurunkan angka Covid-19 di Demak.

“Kita semua berupaya bagaimana data BOR kita menurun. Dan terkait kendala Tim Paskuman, supaya dibantu dan diupayakan agar hak mereka terealisasikan, karena sudah berapa bulan dari Januari sampai dengan saat ini belum diterima,” kata Esti. (HS-08)

Share This

Tak Jelas Kapan Kembali ke Oktagon

Potensi Anak Harus Digali Maksimal