in

DBD Merebak di Demak, Terbanyak di Mranggen

Ilustrasi Waspada DBD

 

HALO DEMAK – Warga Kabupaten Demak diminta untuk bahu membahu mencegah penyebaran demam berdarah dengue (DBD), yang saat ini sudah merambah di semua kecamatan. Dalam rentang waktu tujuh bulan atau sejak awal tahun, di wilayah tersebut sudah ada 140 kasus penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.

“Semua kecamatan ada kasus DBD, kasus yang paling banyak di Kecamatan Mranggen, diikuti Wedung dan Demak Kota. Yang terendah di Kecamatan Dempet dan Kebonagung,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Kurniawan Arifendi, Jumat (22/7/22), seperti dirilis demakkab.go.id.

Demi mengantisipasi lonjakan kasus DBD, Dinas Kesehatan menerapkan strategi pencegahan, seperti gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M plus, dan pemberian larvasida untuk tempat-tempat penampungan air yang susah untuk di kuras.

“Kemudian strategi gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J), di mana setiap rumah maupun perkantoran ada petugas yang selalu memastikan penampungan airnya tidak ada jentik dan fogging bila diperlukan. Fogging digunakan untuk memutus rantai penularan DBD bila memenuhi syarat, akan tetapi harus di barengi dengan PSN,” kata dia.

Dirinya mengimbau seluruh masyarakat di Demak, apabila ada yang menemui gejala DBD, segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Semua masyarakat Demak berperan aktif dalam pelaksanaan Pemberantasan sarang nyamuk di masing-masing rumah dan lingkungan RT-nya,” kata dia.

“Masing-masing rumah, kantor, sekolah maupun fasilitas umum seperti tempat ibadah menunjuk petugas yang selalu memantau jentik di tempat-tempat penampungan air dan segera mengurasnya bila menemukan jentik.” Terangnya.

Lanjutnya, “Gerakan pemberantasan sarang nyamuk (3 M ) di laksanakan kontinyu dan secara berkala minimal seminggu sekali.” Dirinya berharap agar semua pihak saling bertukar informasi untuk pemahaman dan gerakan bersama – sama. (HS-08).

Sejumlah Daerah Lepas Kontingen MTQ ke Semarang

BPSMP Sangiran Sebut di Desa Kapuan Blora Banyak Tinggalan Fauna Prasejarah