Daya Saing hingga Tata Kelola Pemerintahan Dibahas Dalam Penyusunan RPJMD di Klaten

Bupati Klaten, Sri Mulyani memimpin forum konsultasi public, membahas rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026, di ruang rapat B2 Kantor Setda Klaten. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Lima isu strategis pembangunan Kabupaten Klaten, mulai dibahas dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026, di ruang rapat B2 Kantor Setda Klaten.

Sebelumnya, lima isu strategis tersebut, sudah disampaikan Bupati Sri Mulyani, dalam rapat paripurna dengan anggota DPRD Klaten, awal Maret lalu.

Masing-masing adalah daya saing ekonomi, kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, ketahanan pangan, infrastruktur dan konektifitas wilayah, tata kelola pemerintahan.

Pemkab menargetkan, dokumen RPJMD tersebut, sudah dapat menjadi Perda pada Juli tahun ini.

Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan pembahasan penyusunan RPJMD tersebut untuk menyerap opini publik, terkait arah pembangunan Kabupaten Klaten, hingga 2026 mendatang.

“Meskipun ada perbedaan dalam pelaksanaannya, yang biasanya digelar di Pendapa Kabupaten, sekarang harus digelar secara daring dan terbatas, saya harap forum ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh semua elemen yang terlibat, untuk membangun Klaten yang lebih baik ke depannya,” ungkap Bupati, seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten, Sunarno menyampaikan bahwa tahapan Penyusunan Rancangan Awal RPJMD ini, merupakan rangkaian proses dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Klaten tahun 2021-2026.

Penyusunan RPJMD merupakan implementasi dari permendagri No 90 tahun 2019, permendagri 70 tahun 2019, dan untuk cascading pada Penyusunan Renstra dan Renja berdasar dari Permendagri 90 Tahun 2019 dan Kepmendagri 050-3708 Tahun 2020.

Proses penyusunan RPJMD kabupaten Klaten tahun 2021-2026 dipercepat dikarenakan pada tahun ini terdapat penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintahan Daerah) tahun 2022.

“Diharapkan dengan proses percepatan ini, RPJMD kabupaten klaten tahun 2021-2026 selesai pada minggu ke 3 bulan Juli 2021. Dan pada minggu ke 4 Juli, RPJMD sudah bisa ditetapkan sebagai Perda,” paparnya.

Dalam sambutan yang disampaikan saat rapat paripurna dengan anggota DPRD Klaten awal Maret lalu, Bupati Sri Mulyani menyampaikan setidaknya ada lima isu strategis pembangunan daerah selama masa jabatannya 2021-2026.

Masing-masing adalah daya saing ekonomi, kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, ketahanan pangan, infrastruktur dan konektifitas wilayah, tata kelola pemerintahan. Selanjutnya isu strategis tersebut menjadi salah satu acuan RPJMD 2021-2026.

Karenanya, menurutnya perlu adanya skenario strategi yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Klaten untuk mengatasi isu-isu tersebut.

Di tahun pertamanya menjabat, arah pembangunan mengarah pada pemulihan ekonomi dan kesehatan dengan prioritas penanganan pandemi.

Di tahun kedua, pemulihan ekonomi dilanjutkan peningkatan kesehatan masyarakat dengan pencegahan penyebaran virus, perawatan penderita, dan percepatan vaksinasi.

“Pemulihan ekonomi difokuskan dengan mendorong sektor-sektor yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai dari pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan segala bentuk regulasi, birokrasi, dan transparasi ekonomi,” katanya.

Sementara di tahun ketiga hingga tahun kelima, difokuskan untuk pemanfaatan sumberdaya berkualitas, penyediaan sarana dan prasaran berkualitas, dan perwujudan dunia usaha yang kondusif. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.