in

Datangi Ruang Publik, Satgas Covid 19 Grobogan Gelar Rapid Test Secara Acak

Tim Satgas Covid-19, yang terdiri atas Polres Grobogan, TNI, dan Pemkab Grobogan, melakukan rapid test antigen secara acak pada pengunjung kawasan Alun-alun Purwodadi, Grobogan. (Foto : Humas.polri.go.id)

 

HALO GROBOGAN – Tim Satgas Covid-19, yang terdiri atas Polres Grobogan, TNI, dan Pemkab Grobogan, melakukan rapid test antigen secara acak, pada pengunjung Alun-alun dan Taman Kuliner Purwodadi.

Kabag Operasi Polres Grobogan, Kompol Sugiyanto mengatakan tindakan itu dilakukan, untuk mencegah kerumunan, serta mengajak seluruh masyarakat, untuk bersama-sama berkomitmen mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami akan terus melakukan kegiatan seperti ini, di lokasi-lokasi berbeda,” kata dia, seperti dirilis Humas.polri.go.id.

Dalam kegiatan tersebut, ada belasan orang yang menjalani tes swab antigen.  “Alhamdulillah, hasilnya negatif semua,” kata Kabag Ops.

Langkah tersebut tentunya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes). “Agar masyarakat taat prokes. Utamanya di tempat umum,”  kata dia.

Peduli Lindungi

Selain melakukan upaya pencegahan, Polres Grobogan juga menysosialisasikan aplikasi Peduli Lindungi, sebagai syarat untuk mendapatkan beragam pelayanan. Kegiatan sosialisasi tersebut, antara lain seperti yang dilakukan Polres Grobogan, baru-baru ini, kepada peserta vaksinasi massal di Polres Grobogan.

“Aplikasi tersebut menjadi syarat utama untuk menggunakan moda transportasi umum,” kata Kasat Lantas AKP Sri Martini.

Selain melalui woro-woro, sosialisasi juga dilakukan dengan memasang MMT, penempelan stiker, dan leaflet. Dengan harapan masyarakat semakin akrab dengan aplikasi tersebut.

Menurutnya, maksud dari penerapan aplikasi tersebut untuk menunjukkan orang tersebut telah divaksin atau belum. Hal itu untuk menekan penyebaran Covid-19. Apalagi melalui jalur darat, udara hingga laut.

“Melalui penerapan aplikasi PeduliLindungi ini. Diharapkan bisa mengelola mobilitas di tengah pandemi dengan baik,” paparnya.

Dalam aplikasi tersebut, dapat membantu setiap warga melakukan surveilans kesehatan berupa penelusuran (tracing), pelacakan (tracking) dan pengurungan (fencing) terhadap masyarakat yang diduga terkonfirmasi Covid-19.

Pihaknya berharap dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengunduh aplikasi tersebut maka akan mempermudah pelaksanaan di lapangan. Karena semua akan dilakukan secara digital.

“Saat di terminal atau bandara bisa lebih cepat dan mengurangi potensi penumpukan antrean. Sehingga mendukung penerapan prokes di tengah pandemi ini,” kata dia. (HS-08)

Share This

Timbulkan Kerumunan, Tiga Kegiatan Masyarakat Dibubarkan Satgas Covid-19 di Purbalingga

Pacu Generasi Muda berbisnis, Bank Mandiri Gelar Wirausaha Muda Mandiri 2021