in

Data Sirekap Dipertanyakan, Banyak Suara Caleg Berkurang Tanpa Tahu Sebab

HALO SEMARANG – Beberapa peserta Pemilu mengeluhkan kinerja Sirekap yang ada di laman real count milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) pemilu2024.kpu.go.id. Data di aplikasi tersebut dinilai kacau balau, bahkan ada data yang berkurang.

Setidaknya terdapat beberapa kasus Caleg DPR RI di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah (Jateng) yang melaporkan kemerosotan hingga ribuan suara.

Caleg DPR RI dari Dapil Jateng III Partai Golongan Karya (Golkar) nomor urut tiga, Sri Enik misalnya, pada tanggal 17 Februari 2024 pukul 14.45 WIB, data di akun tersebut dia telah memiliki suara by name 5.950. Namun pada 20 Februari 2024 pukul 08.00 WIB data suara yang diperoleh menjadi 4.276 suara.

Begitu juga dialami oleh Caleg DPR RI Dapil Jateng I dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) nomor urut lima, Bayu Tetuko. Bayu awalnya memperoleh sebanyak 12.894 suara pada Sabtu (17/2/2024) sekitar pukul 13.44 WIB. Namun, perolehannya menurun drastis menjadi 1.928 suara pada Senin (19/2/2024) sekitar pukul 20.00 WIB.

Berkurangnya perolehan suara caleg tersebut dikonfirmasi oleh Komisioner KPU Jawa Tengah, Rudinal. Pihaknya tak bisa menjelaskan penyebab adanya perolehan suara yang berkurang tersebut. Menurutnya, ada kesalahan input data yang dimasukkan ke dalam laman pemilu2024.kpu.go.id tersebut.

“Itu adalah info publik yang melalui aplikasi Sirekap istilahnya real count KPU, memang kalau ada koreksi nanti akan diperbaiki, mungkin ada kesalahan juga,” kata Rudinal, Senin (19/2/2024).

Pihaknya lebih cenderung mempersilakan para peserta pemilihan umum (Pemilu) tersebut mengajukan koreksi saat proses rekapitulasi penghitungan suara yang sedang berlangsung di tingkat kecamatan.

“Saya menyarankan karena prinsipnya kami terbuka kalau seandainya teman-teman memang punya data, kalau ada yang merasa dirugikan, inilah momen yang bisa dimanfaatkan, tentunya mereka punya hasil penghitungan,” katanya.

Pihaknya menyatakan akan secara fair dan terbuka menerima koreksi dari para peserta Pemilu, termasuk caleg-caleg yang merasa dirugikan dengan berkurangnya perolehan suara.

“Seperti di C1 Plano TPS itu semuanya ada di situ, seperti Caleg Dapil III Jawa Tengah di situ ada semua lembaran per orang berapa sebenarnya mereka memperoleh suara,” katanya.

Dia menjelaskan proses rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan ini berlangsung dari 17 Februari 2024 sampai 2 Maret 2024. Menurutnya, waktu tersebut memang disiapkan untuk saling koreksi dengan peserta pemilu maupun saksi yang diberi mandat.

“Nanti kami bisa melihat data hasil yang dilaksanakan di TPS. Mereka peserta pemilu masing-masing memiliki saksi yang diberikan mandat. Artinya mereka harus memastikan saksi itu hadir di TPS dan mengikuti proses penghitungan sampai rekapitulasi,” katanya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengklaim Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) telah diaudit lembaga berwenang. Hal ini menyusul kegaduhan yang ditimbulkan Sirekap karena data yang diinput tidak sama dengan formulir C hasil di TPS. Anggota KPU RI, Betty Epsilon Idroos menegaskan, Sirekap hanya alat bantu, bukan jadi rujukan penghitungan resmi KPU.

“Jangan lupa bahwa hasil resmi adalah rekapitulasi berjenjang dilakukan dari TPS ke PPK sampai dengan KPU,” kata dia.

Sirekap jadi sorotan publik karena ada perbedaan data perolehan suara yang dimuat dalam formulir hasil penghitungan suara (C.Hasil) di tiap TPS dengan data yang diinput di Sirekap.

Sejumlah pihak menyerukan Sirekap untuk diaudit. Hal itu bertalian dengan banyaknya kesalahan perolehan yang terekam pada Sirekap usai pemungutan suara Pemilu 2024 beberapa waktu lalu.(HS)

Harga Kebutuhan Pokok di Kota Semarang Terus Naik, Pemkot Akan Sidak Pasar

Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Bulu, Mendag Jelaskan Penyebab Kenaikan Harga Pangan