in

Dari Angkringan, Kini Mampu Produksi Kopi Kemasan

Faisal Tanjung (tengah) pemilik Waroeng Tanjoeng di Nawangsari, Weleri, Kendal.

 

SATU lagi produk kopi lokal asal Kabupaten Kendal milik pengusaha muda, Faisal Tanjung (25), yang diberi nama kopi “Naik Kelas” kini mulai dikenal masyarakat luas.

Kopi yang diproduksi di Waroeng Tanjoeng tersebut, bahkan sudah sampai ke tangan Menparkeraf, Sandiaga S Uno, saat diperkenalkan oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, beberapa waktu lalu.

“Begitu perhatiannya Pemkab Kendal dalam mempromosikan produk asli Kendal. Sehingga bisa mengangkat perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM seperti kami,” kata Tanjung, saat ditemui halosemarang.id, Jumat sore (9/7/2021).

Waroeng Tanjoeng yang berada di pertigaan Weleri menuju arah Sukorejo, tepatnya di Desa Nawangsari, Kecamatan Weleri, sudah berdiri sejak 6,5 tahun lalu.

“Berawal dari merintis di emperan dalam bentuk angkringan, hingga kini menjadi kafe seperti sekarang. Untuk kafe, kami sudah berjalan selama 1,5 tahun, sedangkan dalam bentuk angkringan kami dulu berjalan lima tahun,” terangnya.

Diungkapkan, produk Kopi Tanjoeng adalah salah satu kebanggan tersendiri bagi dirinya, sekaligus memotivasi agar bisa berkembang inovasi dan kreasinya. Kopi Naik Kelas merupakan pengembangan produk, setelah dirinya berkecimpung lama dalam dunia kopi. Faisal Tanjung juga berusaha mengangkat kopi lokal Kendal, agar dikenal masyarakat luas, tak hanya di Kendal saja.

Bahkan, lanjut Tanjung, usahanya tersebut kini sudah memiliki izin resmi dan sertifikasi halal dari pemerintah.

“Usaha Waroeng Tanjoeng ini, sudah memiliki izin resmi dan sertifikat halal dalam proses produksi hingga pengemasannya,” ungkapnya.

Hal tersebut, kata Tanjung, adalah upaya legalitas sebagai pelaku usaha UMKM. Karena menurutnya, pengusaha harus punya hak paten produk yang ia miliki.

“Dengan legalitas, kopi lokal murni bisa didistribusikan ke pasar-pasar tradisional maupun swalayan terutama di Kendal dan sekitarnya. Hal ini juga untuk mengangkat komoditas kopi asli Kendal,” kata Tanjung.

Selain itu, lanjutnya, kopi Naik Kelas diharapkan bisa menjadi perantara penyambung rasa dari petani ke penikmat kopi, baik di Kendal, maupun di luar Kendal.

Hal ini, jelas Tanjung, karena kopinya sudah diproses dan disimpan dalam bentuk green bean minimal enam bulan, untuk menurunkan kadar kafein.

“Di sini kami menawarkan beberapa jenis kopi, mulai dari kopi klotok, tubruk, V60, Vietnamdrip, Latte, Moccacino, Cappucino, hingga es kopi susu,” paparnya.

Menurutnya, dengan pengolahan yang bagus, bisa untuk membentuk cita rasa yang bisa memanjakan para penikmat kopi. Baik itu dari jenis kopi arabika, robusta, maupun liberika.

“Cita rasa kopi kami ada rasa moka dan rasa strong, yang membuat kita selalu terjaga dan tidak membuat asam lambung naik seperti kopi pada umumnya,” jelas Tanjung.

Sebagai penutup, karena di masa PPKM Darurat seperti ini, dalam menjalankan usahanya, ia memanfaatkan teknologi digital seperti grab dan pesan antar.

“Dari pihak kami sendiri, siap mengantarkan pesanan kepada konsumen, dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan,” pungkas Tanjung.(HS)

Share This

Jaga Kebugaran Dengan Rutin Olahraga

DPRD Kendal Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2020