in

Dapat Bantuan PLTS, Ponpes di Pati Hemat Biaya Listrik hingga 60 Persen

Komisi D DPRD Provinsi Jateng memantau bantuan PLTS di Ponpes Al Azizah di Kabupaten Pati, baru-baru ini. (Foto :drpr.jatengprov.go.id)

 

HALO PATI – Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dapat membantu pesantren, untuk menghemat pengeluaran untuk biaya tenaga listrik. Seperti Pondok Pesantren (Ponpes) Al Azizah, setelah menggunakan PLTS, biaya penggunaan tenaga listrik yang semula Rp 1 juta per bulan, saat ini hanya Rp 400 ribu per bulan atau lebih kurang 60 persen.

Informasi itu diterima Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jateng Alwin Basri, dalam diskusi dengan pihak pesantren setempat di Kabupaten Pati, baru-baru ini.

Menurut Alwin Basri, pihaknya tengah memantau bantuan PLTS ponpes di Jateng. Dari beberapa ponpes yang telah dikunjungi, memang mereka merasa sangat terbantu dengan adanya PLTS seperti di Ponpes Al Azizah di Puryokalangan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati, yang bisa menghemat listrik anggaran listrik hingga 50%.

“Jadi, bantuan PLTS di beberapa pesantren di Kabupaten Pati dari Provinsi Jateng sangat membantu. Ke depan, ada beberapa pesantren di beberapa kabupaten akan kita bantu juga,” ungkap anggota Fraksi PDI Perjuangan itu, seperti dirilis dprd.jatengprov.go.id.

Pihaknya juga sudah mengecek spesifikasi dan pengerjaannya. Menurut dia, dalam pelaksanaannya, proyek PLTS itu telah dilaksanakan dengan baik. Namun, ada catatan dalam pemasangan peralatan yakni harus benar-benar diletakan pada konstruksi yang bagus.

“Memang, kritik dari kita, nanti bantuan tersebut untuk pondok yang sudah mempunyai atap yang kuat, karena kalau nggak kuat nanti bisa roboh,” katanya.

Ia berharap pembangunan PLTS di ponpes itu mampu meningkatkan upaya dalam program Energi Baru Terbarukan (EBT) di Jateng. PLTS tersebut dipilih bukan tanpa alasan karena hampir seluruh wilayah di Jateng memiliki peluang penyinaran matahari yang berpotensial untuk dimanfaatkan.

Sementara, Kepala Seksi Energi Cabang Dinas ESDM Wilayah Kedung Muria Djati Murdiyanto, menyampaikan bantuan PLTS yang diberikan melalui Dinas ESDM Provinsi Jateng tersebut, berkapasitas 3 KWP. Sedangkan listrik yang ada di daerah sekitar 3.500 VA.

“Secara tidak langsung sudah sangat membantu sekali. Pembayaran listriknya hampir sama dengan ketika diberikan bantuan PLTS itu,” jelasnya. (HS-08)

Atasi Kelangkaan, Disdagperin Pati Gelontorkan 250 Karton Minyak Goreng

Dialog 4 Pilar di Magelang, Endrianingsih Yunita : Kita Perlu Kenalkan Pancasila Lebih Awal