in

Dapat Bantuan Hibah Tanah, Baznas Kendal Bangun Rumah Sehat di Sukorejo

Rapat Paripurna DPRD Kendal, dengan tiga agenda, Kamis (27/4/2023)

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan bantuan hibah berupa tanah kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal. Hal ini diketahui dalam Rapat Paripurna DPRD Kendal, Kamis (27/4/2023).

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dewan, Anwar Haryono, saat membacakan Rancangan Keputusan DPRD terkait persetujuan hibah kepada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Kendal.

Dikatakan, pemindahantanganan barang milik daerah dalam bentuk hibah kepada Baznas Kendal, adalah berupa tanah di Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.

Rapat Paripurna DPRD Kendal dipimpin oleh Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmum, didampingi jajaran Wakil Ketua dan dihadiri Anggota DPRD Kendal.

Selain itu hadir, Bupati Kendal Dico M Ganinduto dan Wakil Bupati Kendal Windu Suko Basuki, Sekda Kendal Sugiono, para ahli bupati dan OPD terkait.

Dalam Rapat Paripurna ini telah disetujui tentang rekomendasi pemberian hibah lahan tanah kepada Baznas Kendal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Sugiono mengatakan, bantuan hibah berupa tanah kepada Baznas Kendal berada di Desa Kebumen Kecamatan Sukorejo seluas 2.000 meter persegi. Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun Rumah Sehat Baznas, seperti Klinik Pratama bagi warga dhuafa atau yang masuk kriteria delapan asnaf.

“Pelayanan di Rumah Sehat tersebut tanpa kasir, karena tanpa biaya sama sekali. Karena menyangkut pengelolaan zakat, maka pasien yang berobat hanya warga dhuafa atau yang masuk kriteria dari delapan asnaf,” jelasnya.

Sugiono mengatakan, dipilihnya lahan di wilayah Sukorejo, karena untuk mendekatkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat. Karena sampai saat ini di wilayah Sukorejo belum ada rumah sakit, sehingga banyak warga yang berobat ke rumah sakit di Temanggung atau di Weleri yang jauh.

“Di wilayah Sukorejo juga masih banyak warga miskin, selain itu untuk berobat harus menempuh perjalanan jauh. Sehingga perlu mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan dekat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kendal, Agus Dwi Lestari menambahkan, anggaran untuk pembangunan Rumah Sehat Baznas berasal dari Baznas Pusat dan Baznas Kendal. Pembangunannya akan segera dikerjakan setelah persyaratan administrasi tentang hibah lahan sudah selesai.

“Anggaran pembangunan Rumah Sehat ini dari Baznas Pusat sebesar Rp 1,5 miliar, sedangkan dari Baznas Kendal sebesar Rp 1,5 miliar,” terangnya.

Ketua Baznas Kendal, Syamsul Huda mengatakan, Rumah Sehat Baznas adalah suatu program yang mewakili Baznas dalam pelayanan kesehatan secara terpadu kepada seluruh mustahik termasuk pelayanan kesehatan di daerah bencana yang meliputi aspek kuratif, preventif, rehabilitatif, promotif dan advokatif serta mengikuti peraturan dan perundang-ungangan kesehatan di Republik Indonesia.

“Visi Rumah Sehat Baznas, menjadi model pelayanan dan pemberdayaan kesehatan khususnya masyarakat dhuafa yang berstandar nasional,” ujarnya.

Syamsul menjelaskan, konsep dan jenis program Rumah Sehat Baznas hanya untuk masyarakat miskin secara gratis dengan sistem kepesertaan (1 membership untuk semua anggota Keluarga).

“Model pelayanan Rumah Sehat Baznas diberikan dalam bentuk pelayanan dalam ruang dan pelayanan luar ruang atau unit kesehatan keliling,” jelasnya.

Syamsul juga berharap, peran dan fungsi zakat yang begitu signifikan dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan akan terwujud dengan pengelolan secara baik dan profesional.

Salah satunya yaitu membuka akses pelayanan kesehatan. Faktor berikutnya adalah keterjangkauan/aksesibilitas masyarakat pada unit-unit pelayanan kesehatan.

“Selain itu dalam hal keterjangkauan lokasi atau tempat, juga keterjangkauan dalam hal pembiayaan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” pungkas Syamsul. (HS-06).

Heri Pudyatmoko: Lestarikan Tradisi Syawalan Sebagai Kekayaan Budaya Jawa

Berdiri Liar, 75 PKL di Semarang Dibongkar Satpol PP