in

Dapat Bantuan Gawai, Amel Ungkapkan Suka Cita

Kepala SMPN 3 Reban, Moch Santoso, menyerahkan bantuan gawai untuk para siswanya. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO BATANG – Ungkapan suka cita disampaikan Amel, siswi kelas IX SMPN 3 Reban Kabupaten Batang, ketika menerima bantuan gawai. Selama ini, tanpa memiliki sendiri alat komunikasi tersebut, dia kesulitan untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh, secara online.

Karena harus pinjam teman, dia sering terlambat dalam mengikuti materi dari guru.

“Selama gawai rusak, saya pinjam punya teman. Alhamdulillah senang sekarang sudah punya sendiri. Nanti buat belajar jadi lebih mudah dan akan digunakan untuk hal yang baik,” ujarnya.

Amel juga mengungkapkan, meskipun sudah mempunyai gawai, tapi masih terkendala tidak mempunyai kuota. Berkat bantuan kuota kegiatan PJJ Insyaallah tidak akan terhambat lagi.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kepala Sekolah, sudah memberikan gawai secara cuma-cuma. Semoga rezekinya semakin dipermudah,” kata gadis kecil yang bercita-cita menjadi guru tersebut.

Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, siswa memang harus mengikuti pembelajaran jarak jauh secara daring, demi penyebaran penyebaran penyakit tersebut.

Gawai berupa smartphone pun menjadi kebutuhan mendesak untuk dipenuhi. Persoalan muncul, ketika siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, tidak mampu untuk mengadakan alat komunikasi tersebut.

Adanya siswa yang tak memiliki ponsel pintar, pernah terjadi pula di SMPN 3 Reban Kabupaten Batang. Hal itulah yang kemudian membuat Kepala SMPN 3 Reban, Moch Santoso, mengupayakan bantuan untuk para siswanya.

Santoso mengatakan, berdasarkan laporan dari para wali kelas, terdapat 12 pelajar kurang mampu, yang mengalami kesulitan dalam mengikuti PJJ, karena tidak mempunyai gawai.

Mendengar laporan itu, dia pun bergerak untuk mencarikan bantuan. Hasilnya, pada tahap pertama, ada empat gawai yang dibagikan, yang merupakan bantuan dari Lazismu Batang.

Sementara, tahap kedua ini, ada bantuan delapan gawai, dari para anggota DPRD Batang, di antaranya Juki, Kukuh Fajar Romadhoni, Wintoro, dan Bambang Setiyono.

“Anak-anakku yang mendapatkan bantuan, agar bisa memanfaatkan gawai itu semaksimal mungkin. Usahakan dirawat, dijaga dan dipergunakan untuk kemaslahatan. Jangan digunakan dalam hal-hal negatif,” tegasnya, seusai menyerahkan gawai kepada anak didiknya, di ruang Laboratorium SMPN 3 Reban, Kabupaten Batang, seperti dirilis Jatengprov.go.id, Jumat (22/1).

Santoso meminta kepada anak didiknya yang mengalami kesulitan dalam PJJ, agar segera melaporkan kepada wali kelas. Pihaknya akan berupaya mencari jalan keluar, dengan melibatkan para donatur dan masyarakat.

Dalam acara penyerahan bantuan gawai yang berlangsung kemarin itu, Santoso juga mengatakan bahwa seluruh siswa SMPN 3 Reban, yang berjumlah 248 anak, telah memiliki gawai.

Dengan begitu diharapkan para guru lebih bersemangat dan variatif dalam mengajar, karena jika tidak memiliki kreativitas dan inovasi, dipastikan anak akan cepat jenuh.

“Saya apresiasi kepada bapak dan ibu guru, karena kreatif sekali dalam mengajar. Terbukti dengan ikut menyaksikan di grup kelas, sangat variatif, mulai media paling ringan seperti WhattsApp hingga Zoom Meeting,” kata Santoso.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Disdikbud Batang, Sumanto menyampaikan, melihat realita sebuah sekolah yang berada di pedesaan, namun para siswanya 100 persen telah memiliki gawai, tentu ini sangat menakjubkan.

Sesulit apapun pasti ada jalan dan perlu kreativitas. Contohnya kepala sekolah yang memanfaatkan jaringan pertemanan untuk bisa membantu siswa, yang bisa menjadi inspirasi bagi lainnya.

“Ini akan saya sampaikan ke sekolah-sekolah lain, bahwa jangan meratapi kondisi, tapi yang terpenting cara mencari solusi,” ungkapnya.

Sumanto mengimbau agar para kepala sekolah menguasai data jumlah anak didik yang sudah atau belum memiliki gawai. Tujuannya, supaya bisa menentukan kebijakan, apakah akan menerapkan pembelajaran daring sepenuhnya atau luring.

“Untuk anak-anakku gunakan gawai dan pulsa kuota yang sudah ada sebaik-baiknya untuk belajar. Itulah wujud rasa syukur. Para guru pun harus memanfaatkan kondisi ini, untuk memaksimalkan diri dalam menyampaikan materi pelajaran,” harapnya. (HS-08)

Share This

Dua IKM Pangan di Purbalingga Bersertifikat HACCP

Satgas Covid-19 di Daerah Diminta Jangan Ragu