in

Dampak Terputusnya Jembatan Sasak di Weleri, Warga Harus Memutar Lebih Jauh

Kondisi jembatan Sasak di Desa Nawangsari Kecamatan Weleri yang terputus sejak Jumat (21/10/2022), tidak bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, Minggu (23/10/2022).

HALO KENDAL – Akibat hujan deras dan aliran sungai yang meluap pada hari Jumat kemarin (21/10/2022), mengakibatkan dua jembatan di Kabupaten Kendal putus dan tak bisa dilalui warga.

Dua jembatan, yakni Sasak di Desa Nawangsari, Kecamatan Weleri dan jembatan Dusun Jatigowok, Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, yang selama ini merupakan jalur alternatif vital bagi warga untuk menuju wilayah desa lain.

Dengan terputusnya jembatan Sasak di Desa Nawangsari, mengakibatkan warga yang biasa melewati, khususnya untuk para pejalan kaki dan pengendara kendaraan roda dua akhirnya harus memutar dan menempuh jarak yang lebih jauh.

Seperti diungkapkan Asriani Meidiasari (30) warga Desa Weleri yang selama ini mengandalkan jembatan Sasak untuk alternatif, dirinya berangkat dan pulang kerja yang berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri.

Sebelumya, wanita yang akrab disapa Ocha ini, dengan mengendarai sepeda motor saat berangkat dan pulang kerja, biasa melewati jembatan kali Bulanan yang masih dalam proses pembangunan.

“Sebelumnya memang saya biasa lewat di jembatan Kali Bulanan, tapi karena sedang diperbaiki ya alternatifnya lewat jembatan Sasak. Dengan terputusnya jembatan sasak tersebut, saya harus mencari alternatif jembatan lain, yakni jembatan timbang di Desa Bumiayu, yang jaraknya cukup jauh dan menanjak,” ungkapnya, Minggu (23/10/2022).

Ocha berharap, supaya jembatan bisa dibangun baik dari swadaya masyarakat maupun dari pemerintah desa setempat. “Jembatan Sasak sudah beberapa kali putus. Sehingga kalau bisa dibuatkan yang lebih bagus, supaya tidak putus lagi,” ujarnya.

Sementara menurut David (30), warga Desa Nawangsari, Kecamatan Weleri mengaku, akses jembatan Sasak di Desa Nawangsari sebenarnya sudah ditutup sejak Jumat sore (21/10/2022).

Dikatakan, saat hujan lebat, jembatan ditutup oleh warga. Sehingga sudah tidak dilewati oleh kendaraan. Namun, pada malam harinya jembatan tersebut putus akibat tersapu aliran Kali Bulanan yang deras.

“Kalau jembatan Sasak sebenarnya jalur alternatif. Karena jembatan Kali Bulanan yang jalur kabupaten masih dibangun. Tapi karena arus sungai yang deras, jembatan ini gak kuat nahan, jadinya putus,” jelasnya.

Sekretaris Desa Nawangsari, Muhammad Zaki mengatakan, pihaknya tengah melakukan koordinasi dan musyawarah terkait perbaikan jembatan sasak. Untuk pengerjaan ditargetkan awal November 2022.

Hal ini dilakukan, menurutnya untuk memudahkan masyarakat yang kerap menggunakan jembatan sebagai perlintasan alternatif, supaya bisa kembali digunakan.

“Masih kita musyawarahkan. Dan anggarannya dari masyarakat untuk masyarakat. Secepatnya akan kita perbaiki, semoga awal November bisa terlaksana,” ujarnya, Minggu (23/10/2022).

Sebelumnya, Sekda Kendal Sugiono mengatakan, pihaknya mendukung dan mengapresiasi inisitif serta swadaya masyarakat dalam membangun jembatan Sasak.

“Itu kan swadaya masyarakat. Semoga nanti bisa segera diperbaiki. Sehingga bisa digunakan untuk melintas pejalan kaki dan pengendara roda dua,” tandasnya. (HS)

Temui Ganjar, Dubes Indonesia untuk Korsel Bahas Pengembangan UMKM Jateng di Negeri Ginseng

BNPB: Dilanda Cuaca Ekstrem, Sebanyak 2 Ribu Lebih Rumah Warga Kendal Terendam Banjir