Dampak La Nina, BMKG Semarang Ingatkan Potensi Hujan Lebat Oktober Ini

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Tuban Wiyoso.

 

HALO SEMERANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang mengingatkan  masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat pada Oktober ini, seiring fenomena La Nina di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang.

La Nina akan berdampak terhadap tingginya curah hujan di sejumlah wilayah, sehingga berpotensi terjadi banjir dan tanah longsor di daerah rawan bencana.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Tuban Wiyoso mengatakan, dampak La Nina bagi curah hujan di Indonesia akan bervariasi, tergantung pada wilayah dan kekuatan La Nina.

Namun demikian, menurutnya, memasuki peralihan musim hujan ini akan berpotensi hujan deras dalam sepekan ini.

“Ini kan masa peralihan atau masa transisi. Masa peralihan biasanya ada hujan yang dalam waktu singkat hujan lebat,” ujarnya di Semarang.

Tuban menjelaskan, saat ini beberapa wilayah sudah masuk musim hujan dengan intensitas 50 milimeter dalam satu dasarian dan tiga dasarian berturut-turut.

“Keadaan tersebut harus diwaspadai masyarakat, terutama untuk menghindari daerah-daerah terbuka saat hujan deras disertai petir,” tuturnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, telah terjadi fenomena La Nina di Samudera Pasifik dengan intensitas sedang (moderate).

La Nina merupakan anomali sistem iklim global yang terjadi dengan periode ulang berkisar antara 2-7 tahun di Samudra Pasifik dan atmosfer. Langit di atasnya berubah dari keadaan netral (normal), serta minimal berlangsung selama 2 bulan.

Pada fenomena La Nina yang terjadi adalah pendinginan yang tidak biasa, yaitu anomali suhunya melebihi -0.5 derajat celcius di area yang sama.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.