in

Dampak Bibit Siklon Tidak Langsung di Semarang, Begini Imbauan BMKG 

Suasana saat hujan intensitas cukup deras mengguyur Kota Semarang, belum lama ini.

 

HALO SEMARANG – Adanya dampak bibit siklon di Belahan Bumi Utara (BBU), secara tidak langsung di wilayah Jawa Tengah yang akan menyebabkan penurunan kelembaban udara dan meningkatnya suhu cuaca. Kondisi ini juga secara umum dirasakan sama di Kota Semarang.

Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang, Sutikno adanya dampak tidak langsung dari bibit siklon di Belahan Bumi Utara, termasuk di Jawa Tengah, dan Kota Semarang.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat untuk selalu menjaga kondisi tubuh terutama karena pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan karena cuaca yang sekarang ini tidak menentu.

Dengan cara dengan cukup minum dan cukup istrahat.

“Serta mengurangi aktivitas di luar ruangan dengan suhu udara yang terik dan adanya potensi turun hujan secara tiba-tiba,” katanya, Jumat (8/10/2021).

Penyebab meningkatnya suhu udara di wilayah Jawa Tengah, kata dia, didukung juga oleh posisi matahari berada di atas pulau Jawa.

“Sehingga membuat suhu udara siang hari minimun 24-34 derajat celcius di Kota Semarang. Namun meski cuaca siang terik, beberapa hari ke depan ada potensi hujan di Kota Semarang terutama di Semarang timur dan selatan. Karena hujannya secara tiba-tiba dan dalam waktu singkat tersebar tidak merata, diharapkan terutama pengendara yang berada di jalan raya dengan banyak pepohonan untuk ektra hati-hati,” terangnya.

Seperti diketahui, BMKG mengeluarkan peringatan adanya prediksi potensi hujan dengan intensitas hujan tinggi/sedang hingga lebat pada 5-11 Oktober mendatang di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah yang diakibatkan atmosfer yang cukup basah dan konektivitas tinggi.(HS)

Share This

Anak-Anak Berprestasi Di Plantungan Didatangi Bupati Kendal, Ini Harapannya

Ikuti LKMM Tingkat Menengah, Mahasiswa USM Dituntut Tanggap Situasi