Dalam Sepekan, Merapi Luncurkan Awan Panas Hingga Sejauh 2.000 Meter

Gunung Merapi keluarkan awan panas guguran dengan jarak luncur hingga 1.300 meter ke arah barat daya pada Sabtu (1/5). ( Foto : Badan Geologi via BNPB.go.id)

 

HALO SEMARANG – Berdasarkan pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sejak sepekan kemarin, Gunung Merapi telah meluncurkan awan panas guguran sebanyak 12 kali, dengan jarak luncur teramati maksimal sejauh 2.000 meter ke arah barat daya dan 700 meter ke arah tenggara.

Aktivitas itu terekam dalam seismogram, dengan amplitudo maksimal 58 milimeter dan durasi 163 detik.

Guguran lava teramati sebanyak 113 kali, dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya.

- Advertisement -

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Raditya Jati, seperti dirilis BNPB.go.id, menginformasikan khusus untuk Sabtu (1/5), telah terjadi guguran awan panas dengan jarak luncur hingga 1.300 meter, ke arah barat daya.

Berdasarkan data rekaman seismogram, aktivitas tersebut tercatat dengan amplitudo 45 milimeter dan durasi 91 detik.

Tidak dilaporkan terjadinya lahar atau penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Kemudian volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.141.850 m3 dengan laju pertumbuhan 11.900 m3/hari.

Selanjutnya, analisis morfologi area puncak, berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 28 April terhadap 22 April 2021 menunjukkan volume kubah tengah sebesar 1.794.000 m3.

Berikutnya, deformasi Gunung Merapi yang dipantau menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada pekan ini, menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,5 sentimeter per hari.

Dari hasil pantauan aktivitas Gunung Merapi selama sepekan tersebut, maka BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik masih cukup tinggi, berupa aktivitas erupsi efusif.

Status Gunung Merapi masih berada pada level III atau ‘Siaga’.

Adapun potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer pada sektor tenggara, yaitu Sungai Gendol sejauh 3 kilometer.

Adapun lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Dalam hal ini, masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan di daerah potensi bahaya sebagaimana yang telah disebutkan.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi sampai saat ini. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.