Curah Hujan Tinggi, Petugas Pintu Air Simongan Siaga 24 Jam

Foto ilustrasi Pintu Air Bendung Simongan, Semarang.

 

HALO SEMARANG – Tingginya curah hujan di Kota Semarang pada bulan November ini, berpotensi membuat debit air di pintu Bendung Simongan meningkat.

Sebagai salah satu pintu yang mengatur debit air di Kota Semarang, petugas di pintu air Bendung Simongan terus memantau ketinggian elevasi debit air, mengingat ancaman banjir harus diwaspadai.

Koordinator Pintu Air Bendung Simongan, Bayu Wanaspati menyatakan, pihaknya telah menerjunkan tiga petugas untuk memantau arus sungai dari Ungaran dan Waduk Jatibarang.

Menurutnya, tiga petugas tersebut secara kontinyu memonitor debit air di Bendung Simongan selama 24 jam.

“Petugas itu terus melakukan monitor arus sungai yang datang dari Ungaran. Monitoring itu selalu dilakukan setiap 10 menit, karena jika daerah Ungaran curah hujan tinggi, kita bisa langsung pantau kenaikan debit air di Banjir Kanal,” ujarnya saat dihubungi halosemarang.id, Kamis malam (5/11/2020).

Bayu menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan posko siaga banjir dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Selain itu, juga berkoordinasi dengan kantor Balai Besar Wilayah Sungai dan pihak terkait.

“Kami juga mendapat informasi dari BMKG tentang kondisi cuaca dan potensi hujan di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. Selain itu, kami koordinasi dengan posko banjir, jika debit air tinggi yang berpotensi banjir bisa segera menyampaikan informasi kepada petugas pompa di wilayah Semarang bawah,” paparnya.

Bayu menambahkan, pada masa lalu debit air tertinggi di Bendung Simongan bisa mencapai 180 centimeter bersamaan curah hujan yang tinggi. Bahkan pernah mencapai 200 centimeter pada tahun 90-an.

“Namun setelah waduk Jatibarang terealisasi, ketinggian air di Bendung Simongan tidak pernah lebih 180 centimeter,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.