in

Curah Hujan Meningkat, BPBD Batang Antisipasi Banjir di 12 Lokasi

Foto : Batangkab.go.id

 

HALO BATANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk mengantisipasi banjir di sejumlah wilayah di daerah tersebut. Antisipasi banjir dilakukan, menyusul hujan yang sudah beberapa kali mengguyur Batang, dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami sudah berkoordinasi dengan DPUPR dan DLH Kabupaten Batang, untuk bersama mengantisipasi banjir,” kata Kepala BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi, seperti dirililis Batangkab.go.id, Kamis (16/9).

Dalam upaya antisipasi banjir tersebut, DPUPR menormalisasi eks Sungai Sambong sepanjang 800 meter.

Selain itu dilakukan upaya untuk membersihkan sampah di saluran oleh DLH, dengan mengerahkan pasukan got. Dengan normalisasi drainase dan pembersihan sampah tersebut, air akan menjadi lebih lancar, sehinga diharapkan banjir tak terjadi.

Adapun untuk BPBD Kabupaten Batang, akan menyiapkan personel yang siap dengan peralatan tanggap bencana.

“Kota Batang diperkiraan ada 12 desa atau kelurahan yang langganan banjir. Wilayah itu di antaranya Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, Karanganyar, Denasri Wetan, Denasri Kulon, Watesalit, Klidang Wetan, Klidang Lor, Proyonanggan Tengah, Karangasem Utara, Kalisalak, dan Kauman,” kata dia.

Ulul Azmi meminta masyarakat Batang tidak membuang sampah di sungai atau saluran air, karena itu dapat mengambat aliran air. Selain itu juga mempersiapkan tas bencana, yang berisi peralatan dan kebutuhan pada waktu bencana.

Aplikasi Inarisk

Sementara itu selain melakukan antisipasi dengan melakukan pembenahan drainase dan pembersihan sampah, BPBD Kabupaten Batang juga menyosialisasikan Inarisk. Ulul Azmi mengatakan aplikasi ini bermanfaat untuk mengetahui daerah rawan bencana, serta mengedukasi masyarakat tentang pengurangan risiko bencana.

“Aplikasi ini bernama Inarisk Personal, yang dikembangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dengan dukungan dari Kementerian ESDM, Kementerian PUPR, BMKG, serta lembaga lainnya,” kata Ulul Azmi.

Dia menjelaskan aplikasi ini bisa digunakan untuk melihat daerah rawan banjir. Di situ, juga ada edukasi tentang tindakan yang harus dilakukan saat banjir serta persiapan yang harus dilakukan, sehingga masyarakat tidak usah panik dan bingung.

“Aplikasi inaRISK Personal sudah ada di Google Playstore untuk gawai android. Masyarakat Kabupaten Batang, harus mendownload aplikasi ini, karena sangat bermanfaat, terlebih bagi yang tinggal di daerah rawan bencana,” jelasnya.

Dia mengatakan Kabupaten Batang sudah terintegrasi oleh aplikasi ini. Setiap 30 menit, data mengenai bencana bisa langsung dilihat.

“inaRISK Personal akan terus memenuhi pembaharuan data, informasi, dan metodologi yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat,” imbuhnya,

Diharapkan, dengan aplikasi ini dapat mewujudkan Kabupaten Batang menjadi tangguh menghadapi bencana. (HS-08)

Share This

World Rabies Day, Dinperpa Kota Pekalongan Gratiskan Vaksinasi

Chairmain AHHA PS Pati: Timnya Mas Kaesang Luar Biasa