in

Cristin E Caroline Memilih Geluti Bisnis Pakaian Online

Cristin E Caroline.

 

SETELAH resign dari pekerjaannya sebelumnya di bidang perhotelan, membuat waktu luang Cristin E Caroline praktis lebih banyak di rumah. Cewek cantik kelahiran Semarang, Februari 1978 ini mengaku waktunya tersebut digunakan untuk menekuni usaha/bisnis, salah-satunya adalah berjualan pakaian secara online.

Erna panggilan akrabnya mengatakan, bisnis pakaian dipilih untuk tetap bisa produktif saat pandemi. Sebab, keinginan untuk membuka usahanya yang lain, seperti percetakan atau Event Organizer (EO) masih terkendala pembatasan.

“Setelah tidak bekerja di hotel, saya jadi punya waktu luang di rumah untuk berjualan pakaian secara online. Memang awalnya saya kan paling suka belanja pakaian. Apalagi melihat dress-dress yang bagus-bagus saya tertarik untuk membelinya secara online,” katanya, Senin (26/7/2021).

Erna menceritakan, awalnya, karena banyak pakaian bagus-bagus yang dibelinya dan belum terpakai, dia memilih untuk menjualnya kembali.

“Daripada menumpuk di lemari dan masih baru, mending dijual lagi. Sebenarnya sih tidak sampai jadi koleksi pakaian. Tapi kalau saya lihat baju yang modelnya bagus-bagus itu rasanya games pengen beli, akhirnya malah menumpuk di lemari dan tidak terpakai,” ucap wanita ramah ini.

Dari situ dia mulai berusaha mengembangkan usaha dengan berdagang pakaian secara online. Erna menjelaskan, untuk saat ini jenis dress atau pakaian yang sering dicari customernya adalah model baju dari Bali dan baju kain tenunan UMKM dari Jepara.

“Sebab kalau baju Bali punya model dan coraknya serta bahan kainnya yang adem. Harganya juga tidak terlalu mahal,” jelas cewek penyuka makanan Dimsum ini.

Menurut Erna, banyak yang memilih untuk membeli baju dari Bali dan pakaian tenunan Jepara karena memang ongkos produksinya di sana tidak mahal.

“Jadi membuat harga pakaiannya jadi murah, selain baju atau kaos dari Bandung yang juga punya harga lebih murah,” papar cewek yang hobi nonton film ini.

Selain itu, kata Erna, yang paling banyak dicari customernya untuk dress wanita biasanya baju yang tidak ada di Kota Semarang.

“Biasanya yang unik yang di Semarang jarang tersedia,” terang cewek yang punya minuman favorit hot chocolate dan pernah menjadi Executive Assistant Manager Sales Hotel MG Setos Semarang ini.(HS)

Share This

Herd Immunity Menjadi Target Pemkab Kendal Dalam Penanganan Pandemi

Serapan Dana Desa di Jateng Lampaui Target Nasional