in

Covid-19 Naik di Eropa, Kemenag Minta ASN dan Umat Disiplin Prokes

Wibowo Prasetyo, Staf Khusus Menteri Agama. (Foto : Kemenag.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Agama meminta jajarannya untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi di Eropa dan China.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Agama, Wibowo Prasetyo beberapa waktu lalu, berkaitan dengan gelombang ketiga penyebaran Covid-19. Dia menyebutkan bahwa kasus Covid-19 di Eropa kembali melonjak, antara lain seperti terjadi di Inggris, Rusia, Jerman, Belanda, Austria, Kroasia, dan Slovenia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyebut ada kenaikan kasus yang mengkhawatirkan.

Walaupun rendah, peningkatan kasus Covid-19 juga terjadi di Indonesia, antara lain di Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua.

Karena itu Wibowo Prasetyo meminta aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama, untuk tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Lonjakan kasus yang kembali terjadi di Eropa, harus menjadi pelajaran bersama. ASN Kemenag harus bisa menjadi teladan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan,” tegas Wibowo, seperti dirilis Kemenag.go.id.

Menurut dia, Menag Yaqut Cholil Qoumas juga telah meminta agar para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kantor Kemenag Kabupatan/Kota, penyuluh, penghulu, guru, dan semua jajaran untuk terus mengajak serta mengingatkan umat, agar tetap disiplin protokol kesehatan.

Menurut Wibowo, kedisiplinan prokes sangat penting dalam ikhtiar mencegah penyebaran Covid-19, walaupun masyarakat sudah divaksinasi. Kedisiplinan itu harus dilakukan pada setiap aktivitas, utamanya yang melibatkan banyak orang, termasuk kegiatan keagamaan.

“Saat ini, kita masih dalam suasana Maulud Nabi. Ke depan ada sejumlah kegiatan perayaan keagamaan dan giat nasional. Semua harus dilaksanakan dengan menerapkan prokes dan sesuai pedoman,” kata Wibowo.

Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 29 tahun 2021 tanggal 7 Oktober 2021, tentang Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pedoman ini diterbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan peringatan Maulud Nabi SAW, Natal, dan hari besar keagamaan lainnya pada masa pandemi Covid-19.

“Pedoman penyelenggaraan disusun dengan memerhatikan kondisi atau status daerah dalam konteks pandemi Covid-19, level 1, 2, 3, atau 4,” tandasnya. (HS-08)

Share This

Taklukkan Jalur Nepal Van Java, Ganjar: Tanjakannya Bikin Klenger

PLN Sediakan Listrik 531 kVA di KITB, Bupati Batang Berharap Investor Bertambah