in

Covid-19 Melonjak, Dewan Anggap Peran Pemuda Sangat Dibutuhkan Dalam Penanganan Covid-19

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meninjau warga yang melakukan isolasi mandiri Covid-19 dan program Jogo Tonggo di Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (22/6/2021). (dok/Humas Jateng)

 

HALO SEMARANG – Pemerintah terus berupaya menekan perluasan kasus Covid-19 dengan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro selama 14 hari mulai dari 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

Hal itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 14 Tahun 2021 yang diteken oleh Tito Karnavian pada Senin (21/6/2021) lalu.

Ketegasan pemerintah itu juga didukung oleh Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nurul Farida. Ia menuturkan, aturan tersebut dianggap dapat menurunkan kasus Covid-19 yang sedang merangkak naik.

“Ini bisa menekan laju perkembangan Covid-19, kita melihat memang ini luar biasa. Sekarang ini rumah sakit di mana-mana sudah pada penuh, antrean di UGD juga banyak,” ujar Farida kepada halosemarang.id, Minggu (27/6/2021).

Menurutnya, adanya pembengkakkan kasus Covid-19 ini telah membuat keprihatinan yang mendalam yang dirasakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

“Tentu menjadi keprihatinan kita bersama, maka harapan kita dengan adanya I-Mendagri dan juga Peraturan Gubernur Jawa Tengah,” tuturnya.

Farida menyinggung peran serta masyarakat dalam penanganan Covid-19, salah satunya bukti gerakan yang telah dilakukan dari unsur pemuda.

“Pemuda ini tentu memang harapan kita. Mereka juga orang yang melek media, tahu perkembangan di sana sini terkait dengan Covid-19 dan sebagainya. Ini mereka juga bisa membantu pemerintah untuk mengedukasi masyarakat,” kata Farida.

Kendati demikian, ia juga melihat sejumlah masyarakat yang masih tersisa tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Namun, lanjutnya, kasus Covid-19 akan terus melonjak apabila tidak ada penerapan PPKM Mikro.

“Namanya juga usaha, kita ini sudah di PPKM Mikro saja kadang masyarakat masih ada yang abai, apalagi kalau tidak ada PPKM Mikro,” paparnya.

Terpisah, Wakil Ketua Karang Taruna Jawa Tengah, M Ulil Amri mengatakan, sejak ditetapkan status pandemi Covid-19 pihaknya telah berkontribusi langsung membantu pemerintah menangani wabah asal Wuhan Tiongkok ini.

Bahkan, ungkap Ulil, tahun ini penanganan Covid-19 telah dimasukkan pada program tahunan dan menjadi fokus utama.

“Dari Maret 2020 di seluruh Jawa Tengah sudah menjalankan perannya dalam penanganan Covid-19 dan terlibat di program Jogo Tonggo. Tahun 2021 ini sudah dimasukkan dalam program kerja,” kata Ulil, Minggu (27/6/2021).

Ia menuturkan, dalam penebalan PPKM Mikro akan efektif apabila benar-benar diterapkan. Selama PPKM Mikro berlangsung, menurutnya, telah membantu dalam menurunkan kasus Covid-19. Meskipun masih ditemukannya masyarakat yang abai.

“Efektivitasnya kalau kita melihat itu berfungsi. Apalagi waktu malam hari adanya PPKM Mikro. Paling tidak bisa memberi contoh dan memberikan apa edukasi kepada masyarakat, namun ini juga sangat sulit begitu,” tutur Ulil.

Ulil menjelaskan, keterlibatan Karang Taruna dalam penanganan Covid-19 di antaranya penyemprotan disinfektan, pembagian masker, pemberian sembako kepada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah, hingga terlibat dalam pemakaman.

“Sudah dilakukan di seluruh Jawa Tengah dengan tidak melihat zona baik merah, oranye, kuning, dan hijau,” ujarnya.

Dengan masih berlangsungnya Covid-19 pihaknya akan terus bersama pemerintah dan masyarakat dalam penanganan kasus Covid-19. Meskipun masih terdapat temuan di lapangan, bahwa masyarakat tidak percaya adanya Covid-19.

“Ada sebagian masyarakat yang memang abai, itu dari masyarakat sendiri yang saat ini sudah berapriori, ibaratnya kalau sakit tidak mau periksa ke rumah sakit,” tutup Ulil.(HS)

Share This

Ganjar Buat Call Center Covid-19, 24 Jam Layani Keluhan Masyarakat Soal Kesehatan

Hari Bhayangkara, Polres Batang Beri Kado Vaksinasi pada 4.100 Warga