in

Covid-19 di Sragen Melandai, Bupati Yuni Minta Tetap Waspada

Bupati Sragen dokter Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meninjau vaksinasi lansia dan ibu hamil di Desa Karangjati. (Foto : Sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN –Bupati Sragen dokter Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meminta warganya untuk tetap mewaspadai Covid-19, walaupun saat ini grafik angka positif penyakit tersebut sudah melandai dan berbagai kegiatan masyarakat sudah dapat dilaksanakan.

Untuk terus menekan angka positif Covid-19 tersebut, masyarakat perlu tetap mematuhi semua aturan tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Selain itu, dalam aktivitas sehari-hari, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan menjauhi kerumunan.

“Hiburan boleh, tetapi hiburan yang tidak menimbulkan kerumunan,” kata dia.

Untuk berbagai acara termasuk hajatan, tamu yang hadir dibatasi hanya 20 orang. Makanan yang disediakan pun hanya boleh di dalam dus dan saat foto, tidak boleh menurunkan masker.

“Dengan sistem drive thru, jadi tidak disediakan kursi. Kasus Covid-19 di Sragen semakin landai. Tetapi kalau kita tidak waspada akan ada gelombang ketiga yang biasanya lebih parah,” terangnya.

Meskipun vaksinasi di Sragen sudah dibuka bagi usia 18 tahun ke atas, dikatakan Bupati, vaksin bagi lansia dan pra lansia di Sragen tetap lebih diutamakan. Mengingat lansia lebih memiliki resiko yang tinggi dan rentan meninggal jika terpapar virus Covid-19.

Sebelumnya, Pemkab Sragen juga menggelar vaksinasi massal, beberapa waktu lalu, termasuk untuk pelajar, lansia dan ibu hamil. Vaksinasi massal dilaksanakan di tiga lokasi, yakni SMP Negeri 3 Sragen, Balai Desa Karangjati, dan Balai Desa Sambirembe, Kecamatan Kalijambe, Sabtu (11).

Sasaran vaksin sebanyak 680 dosis bagi siswa di SMP Negeri 3 Sragen, 60 dosis bagi lansia dan ibu hamil di Desa Karangjati, serta 60 dosis bagi lansia di Desa Sambirembe dengan jenis vaksin yang sama yaitu Sinovac untuk dosis pertama.

Ketika meninjau vaksinasi massal tersebut, Bupati menyempatkan untuk berinteraksi dengan para peserta, guna memberikan semangat dan motivasi mengenai pentingnya vaksin bagi tubuh di era pandemi saat ini.

Bupati mengingatkan kepada para lansia bahwa meskipun hanya melakukan kegiatan di rumah, vaksin tetap penting bagi tubuh.

“Mbah putri mbah kakung benar di rumah, tetapi anaknya, cucunya atau tetangga beraktivitas di luar. Nah nanti kalau mereka terkena virus misalnya, biasanya anak-anak itu jauh lebih kuat dan tanpa gejala. Nanti waktu pulang ke rumah bertemu mbah kakung mbah putri kemudian tidak mandi dan membawa virus, mbah putri dan mbah kakung juga bisa kena walaupun tidak ke mana-mana,” jelas Bupati. (HS-08)

Share This

651 Kontingen Jateng Siap Mendulang Medali di PON XX Papua

Dukung PPKM Level 2, Polres Banjarnegara Gelar Operasi Yustisi