in

Corona Masih Tinggi, Aktivitas Masyarakat Kudus Diperketat

Bupati Kudus, Hartopo saat meninjau pelaksanaan screening di depan Terminal, Jl Lingkar Timur, Selasa (25/5/2021).

 

HALO KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus tengah berupaya menangani kasus Covid-19 yang kian hari makin menanjak. Apalagi, kasus Covid-19 di Kudus telah menjadi perhatian nasional. Oleh sebab itu, perlu penanganan secara tuntas dan menyeluruh.

Jalur akses masuk Kabupaten Kudus juga diperketat guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Personel gabungan TNI Polri, Dishub, dan Tenaga Kesehatan disiagakan untuk pelaksanaan screening di depan Terminal, Jl Lingkar Timur. Rapid test antigen menargetkan pengendara atau penumpang bus pariwisata, minibus, dan mobil pribadi dari arah luar kota.

Sample rapid test dilakukan secara acak pada penumpang kendaraan dengan tujuan destinasi wisata di Kota Kudus.

Bupati Kudus, Hartopo saat memimpin Rapat Penanganan Covid-19 di Command Center Dinas Kominfo, Selasa (25/5/2021) mengatakan, langkah tegas telah dilaksanakan Pemkab Kudus dengan menutup sementara tempat wisata sebagai evaluasi bersama.

Oleh karena itu, semua kendaraan dengan tujuan wisata ke Kudus dihalau selama kasus Covid-19 masih tinggi.

Dikutip dari web resmi Pemkab Kudus, rapat yang dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan OPD terkait, dan Direktur Rumah Sakit se-Kudus itu berjalan hingga hampir tengah malam.

“Sudah jadi perhatian nasional. Maka, hari ini kita buat keputusan agar kasus Covid-19 di Kudus bisa segera tertangani dengan tuntas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Hartopo menginstruksikan Dinas Kesehatan dan pihak Rumah Sakit agar selalu berkoordinasi.

Utamanya, terkait kebutuhan tempat tidur pasien dan tenaga kesehatan. Rumah Sakit pun diminta untuk menambah jumlah ruang. Ini tak lain untuk menghindari penolakan pasien.

“Selalu koordinasi. Minta datanya. Rumah sakit juga harus siap untuk menambah ruang isolasi ataupun ruang penanganan. Untuk nakes, kita siapkan relawan,” imbuhnya.

Tak hanya penanganan secara medis, Pemerintah Kabupaten Kudus juga menyoroti aktivitas masyarakat, tempat wisata, dan pusat perekonomian yang masih perlu peningkatan dalam hal penerapan protokol kesehatan.

Untuk itu, aktivitas di tempat tersebut perlu diperketat. Hal ini semata untuk mengantisipasi agar sebaran virus Corona tak semakin luas.

“Semua harus sangat ketat. Untuk hajatan, mohon tamu bisa dibatasi dan makanan untuk dihantar atau ditaruh di keranjang (hamper) saja. Jika makan di tempat, maka pihak kepolisian akan membubarkan,” pungkasnya.

Senada, Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan, pengetatan aktivitas masyarakat harus benar-benar dijalankan oleh seluruh elemen tim Satgas Covid-19. Pihaknya juga menyoroti masyarakat yang punya hajatan agar dapat diantisipasi dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.

“Sekarang lagi rame ‘gawe’ di Kudus. Ini yang perlu kita antisipasi. Jangan sampai ini justru menimbulkan klaster baru,” katanya.

Jalur akses masuk Kabupaten Kudus juga diperketat guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Personel gabungan TNI Polri, Dishub, dan Tenaga Kesehatan disiagakan untuk pelaksanaan screening di depan Terminal, Jl Lingkar Timur. Rapid test antigen menargetkan pengendara atau penumpang bus pariwisata, minibus, dan mobil pribadi dari arah luar kota.

Sample rapid test dilakukan secara acak pada penumpang kendaraan dengan tujuan destinasi wisata di Kota Kudus.

Langkah tegas telah dilaksanakan Pemkab Kudus dengan menutup sementara tempat wisata sebagai evaluasi bersama. Oleh karena itu, semua kendaraan dengan tujuan wisata ke Kudus dihalau selama kasus Covid-19 masih tinggi.(HS)

Share This

Ada Pesan Dari Perayaan Waisak di Bukit Wungkal Kassap

Pemdes Sendangdawung Salurkan BLT DD