Cooking Class Desa Sendangkulon, Persit Cabang 33 Kodim 0715/Kendal Hadirkan Chef Dari Qatar Dan Malaysia

Salah satu chef bertaraf internasional yang dihadirkan dalam Cooking Class dan Table Manner di Balai Desa Sendangkulon, Minggu (20/9/2020).

 

HALO KENDAL – Bahan makanan yang melimpah di Desa Sendangkulon, Kecamatan Kangkung, belum dimanfaatkan dengan baik oleh warganya.

Padahal di Sendangkulon banyak bahan makanan yang bisa diolah menjadi berbagai makanan.

Apalagi juka olahan dikreasikan agar mempunyai cita rasa yang berbeda dari biasanya.

Untuk meningkatkan kemampuan istri-istri TNI, Ibu-ibu PKK Sendangkulon, dan para anggota Karang Taruna, Kodim 0715/Kendal mengadakan kelas memasak dan cara penyajian yang benar, dengan mengundang chef dari Qatar dan Malaysia.

Ketua Persit Cabang 33 Kodim 0715/Kendal, Ariska Nova Anggraini Iman Widhiarto mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan agar ada kesiapan baik istri TNI, ibu PKK dan Karang Taruna, jika ada kunjungan tamu penting atau pejabat yang sidak di lapangan.

“Sehingga istri TNI, ibu-ibu PKK dan Karang Taruna perlu dilatih mengolah makanan yang baik, serta penyajian yang menarik,” ungkap Ariska Iman Widhiarto, saat Cooking Class dan Table Manner di Balai Desa Sendangkulon, Minggu (20/9/2020).

“Instruktur memasak yang kami hadirkan adalah orang Kendal yang berpengalaman dan menjadi supervisor Demi Chef De Parte di Hotel Kempinski Qatar,” imbuhnya.

Dikatakan oleh Ariska, ada dua Chef yang sengaja didatangkan, yakni Chef Senior Hotel Merlin Malaysia, Bang Mis dan Chef di Resort Banana Island Qatar juga Chef Senior di Saii Lagoon Bay Hotel Hilton Maldives Chef Lia Yabes.

“Kedua juru masak berpengalaman ini mengajarkan tata cara melayani tamu ala Table Manner sederhana yang disesuaikan dengan tempat penjamuan,” jelasnya.

Di samping itu, lanjut Ariska, mereka juga mengajarkan cara memasak olahan Gulai Ikan dan Wedang Tahu, yang konon ceritanya berasal dari negeri China.

“Wedang tahu ini pas untuk diminum saat pandemi. Sebab bahannya menggunakan rempah-rempah yang alami, sehingga bisa menghangatkan tubuh,” ujar Ariska.

Sementara itu, Chef di Resort Banana Island Qatar, Lia Yabes mengatakan, ada dua resep yang diajarkan dalam demo masak dengan menu Wedang Tahu ala Kendal dan Gulai Ikan, dengan metode memasak kombinasi Eropa dan pedesaan Kendal.

“Saya sengaja untuk melatih para peserta menu Gulai Ikan, karena di Desa Sendangkulon punya potensi perikanan laut yang luar biasa bagus. Kebetulan lokasinya di pesisir pantai Laut Jawa,” ungkap Chef Lia Yabes.

Menurutnya, jika dioptimalkan dengan kreativitas pengolahan kuliner yang bagus, maka berbagai olahan masakan ikan bisa dijual kepada wisatawan atau turis yang datang ke Pantai Dusun Pening.

Selain Chef Lia Yabes juga hadir Chef Bang Mis, warga Desa Sendangkulon yang berpengalaman bekerja di Hotel Merlin Malaysia. Bang Mis menampilkan menu lokal rica-rica mentok dan hidangan tom yam Thailand, dengan bumbu modifikasi menyesuiakan lidah Indonesia.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sendangkulon, Aris Supriyanti mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Persit, dengan diadakannya acara cooking class yang menghadirkan dua chef bertaraf internasional.

“Semoga ke depan akan tercipta sebuah sentra kuliner dengan aneka masakan seafood. Sehingga bisa mengangkat potensi wisata Pantai Dusun Pening, berikut data tarik wisata Desa Sendangkulon,” ungkapnya. (HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.