Chip Porang Mulai Dikembangkan BUMDes Gemar Parakan

Kabid Dispermasdes, Mardi Edi Susilo meresmikan pabrik pengolahan Porang di Desa Parakan, Kecamatan Rowosari, Senin (5/4/2021).

 

HALO KENDAL – Porang merupakan tanaman sejenis umbi-umbian yang memiliki harga jual tinggi, terutama di pasaran luar negeri seperti Jepang maupun Korea.

Desa Parakan, Kecamatan Rowosari, Kendal telah membuka pabrik pengolahan porang dengan membentuk Bumdes Gemar, Senin (5/4/2021).

Pabrik tersebut akan melakukan pengolahan porang basah menjadi chip porang kering.

Direktur Bumdes Gemar, Faizin mengatakan, untuk pabrik pengolahan porang, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan CV Coco Ala internasional dan PT Joglo Semar Karangsari Makmur.

“Dengan kerja sama ini, nantinya membantu dalam penjualan dan pengolahan porang,” ungkapnya.

Faizin menjelaskan, untuk kapasitas mesin pengering, saat ini terdapat satu mesin dengan kapasitas lima ton porang basah.

“Sekarang baru satu mesin, tapi nanti akan ditambah lagi menjadi tiga mesin rencananya,” jelas Faizin.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Pemkab Kendal, Mardi Edi Susilo mengatakan, pemerintah daerah akan mendukung apa yang telah dilakukan oleh Bumdes Gemar.

“Pemerintah daerah berharap para petani dapat membudi dayakan tanaman porang,” katanya.

Selain itu, dengan adanya pabrik dari Bumdes Gemar saat ini pemasaran telah tersedia, sehingga petani tidak perlu untuk khawatir dalam proses pemasaran.

“Diharapkan ke depan Bumdes ini bisa membagikan ilmunya kepada desa lain, agar masyarakat daerah lain juga bisa mengembangkan Chip Porang yang saat ini memiliki harga jual cukup tinggi,” ujarnya.

Kepala Desa Parakan, Abdul Said mengatakan, kerja sama yang terbangun antara BUMDes Gemar dengan CV Coco Ala internasional dan PT Joglo Semar Karangsari Makmur, berdasarkan asas manfaat dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dikatakan, saat ini dengan satu alat sudah bisa memberdayakan 30 tenaga dari warga setempat.

“Ini adalah pengolahan perdana. Insya-Allah ke depan bisa mengolah minimal lima ton porang menjadi chip. Kami siap membeli tanaman porang dari masyarakat dengan harga Rp 8.000/Kg. Harga menyesuaikan barang,” jelas Said.

Terkait harga jual Chip Porang, saat untuk yang telah dikeringkan mencapai Rp 60.000/ Kg dan untuk porang basah dapat terjual seharga Rp 7.000/Kg.

“Kami siap membeli tanaman porang dari masyarakat dengan harga bagus yaitu sekitar Rp 8.000/Kg. Namun harga juga menyesuaikan barang,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.