Cejudo Ejek Sepak Terjang Si Dewa Perang

Henry Cejudo/dok.

 

HALO SPORT – Tahun lalu Deiveson Figueiredo tampil mengesankan. Petarung berjuluk Si Dewa Perang itu adalah satu-satunya jagoan Ultimate Fighting Championship (UFC) yang melakoni empat duel perebutan sabuk juara.

Deiveson tak pernah kalah dalam empat laga tersebut. Pria asal Brasil ini meraih sabuk juara kelas terbang setelah dua kali mengalahkan Joseph Benavidez dan dua kali sukses mempertahankan gelar.

Si Dewa Perang mengamankan titelnya dengan menang atas Alex Perez dan imbang saat menghadapi Brandon Moreno. Presiden UFC Dana White memujinya lantaran menyanggupi melawan Perez dan Moreno dalam selang hanya tiga minggu.

Oleh situs MMA Fighting, Figueiredo dinobatkan sebagai Petarung Terbaik 2020. Namun, sepak terjangnya tak membuat Henry Cejudo terkesan.

Cejudo, mantan juara kelas bantam dan terbang UFC, menanggalkan sabuk kelas terbang saat memutuskan fokus ke kelas bantam pada Februari 2020.

Dia kemudian juga melepas sabuk kelas bantam karena memilih pensiun pada 9 Mei 2020.

Menurut Cejudo, Deiveson tidak layak diapresiasi begitu tinggi. Henry menyatakan dia bisa meng-KO Si Dewa Perang dalam satu menit.

‘’Saya lihat kamu adalah ahlinya mengecewakan karena pertarungan terakhirmu payah. Saya akan meng-KO kamu dalam satu satu menit,’’ ujar petarung AS berusia 33 tahun ini.

Cejudo juga pernah meledek Petr Yan yang dianggapnya sebagai juara kelas bantam terburuk. Alexander Volkanovski, pemegang sabuk kelas bulu pun tak lepas dari ejekannya.

Cejudo, yang berjuluk Triple C, tampaknya mengincar sabuk kelas bulu milik Volkanovski. Jika bisa juara, dia bakal menjadi petarung pertama sepanjang sejarah yang memenangi tiga divisi di UFC.

Henry berlatar belakang sebagai pegulat. Dia juga menggeluti Shotokan Karate. Rekornya di mixed martial arts (MMA) adalah 16 kali menang dan dua kali kalah.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.