in

Cegat Truk, Polisi di Grobogan Dapati 16 Pemudik dan Hewan Peliharaan

Petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub Grobogan, dan Dinkes Grobogan, menghentikan dan mengecek truk yang di dalamnya terdapat pemudik. (Foto : Tribratanews.jateng.polri.go.id)

 

HALO GROBOGAN – Petugas gabungan di Posko Penyekatan Putat, Kabupaten Grobogan, mengamankan truk berisi 16 pemudik, Minggu (9/5). Petugas juga menemukan hewan peliharaan dan sepeda motor di dalam truk tersebut.

Adanya truk pengangkut pemudik itu, diketahui petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub Grobogan, dan Dinkes Grobogan ketika menghentikan truk bernomor polisi Grobogan.

Semula petugas tidak mencurigai truk merah tersebut mengangkut pemudik. Namun ketika melakukan pemeriksaan, petugas mendapati 16 orang yang berjubel di dalam truk.

Bukan hanya manusia, di dalam bak truk tersebut juga terdapat sepeda motor serta hewan peliharaan seperti anjing dan burung. Mengetahui hal itu, petugas pun langsung meminta para penumpang untuk turun. Ternyata dari 16 penumpang tersebut, dua di antaranya adalah balita yang merupakan kelompok rentan tertular Covid-19.

“Setelah kami cek, ternyata ada 16 orang dan barang bawaan di dalam truk. Ada juga hewan peliharaan seperti anjing dan burung, serta empat sepeda motor,” kata Kasatlantas Polres Grobogan AKP Sri Martini, melalui Kanit Regiden Satlantas Polres Grobogan Iptu Joko Susilo, Minggu (9/5), seperti dirilis Tribratanews.jateng.polri.go.id.

Setelah para penumpang turun, petugas pun meminta keterangan sekaligus mendata mereka. Kepada petugas, para pemudik itu mengaku bekerja di Tangerang dan bermaksud mudik ke Kecamatan Kardenan, Grobogan dan Kabupaten Blora.

Mereka yang nekat mudik naik truk bersama hewan peliharaan dan kendaraan bermotor, mengaku tahu ada larangan mudik. Namun karena ada beberapa alasan mereka tetap mudik kendati naik truk.

“Saya terpaksa mudik, karena istri di kampung hendak melahirkan,” ujar salah seorang pemudik, Badruli.

Setelah dilakukan pendataan, mereka kemudian diwajibkan menjalani rapid test antigen oleh petugas dari Dinas Kesehatan Grobogan.

“Hasil rapid test antigen semuanya negatif sehingga diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Namun dengan kendaraan umum dan dijemput keluarga. Adapun truk, kami tahan sampai 14 hari ke depan,” jelas Iptu Joko Susilo.

Sebelumnya Polres Grobogan mendirikan tujuh pos pengamanan Lebaran, sekaligus untuk penyekatan pemudik. Kendati wilayahnya tidak berbatasan dengan provinsi lain, hal ini untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

Tujuh pos tersebut, menurut Kapolres Grobogan, AKBP Jury Leonard Siahaan, terbagi menjadi enam pos penyekatan dan satu pos pelayanan. Enam pos penyekatan berada di Kecamatan Purwodadi, Godong, Ngaringan, Geyer, Grobogan, dan Gubug. Satu lagi, pos pelayanan di Simpang Lima Purwodadi. (HS-08)

Share This

Hari ini, Pendaftaran Ulang PPDB Kota Salatiga

Polres Banjarnegara Dirikan Tiga Jenis Pos Tersebar Di delapan Titik Saat Operasi Ketupat Candi 2021