in

Cegah Terorisme di Jawa Tengah, BNPT RI Gelar Sosialisasi Sinergitas dengan Berbagai Lembaga

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat menggelar acara “Sosialisasi Sinergitas Program Penanggulangan Terorisme di Jawa Tengah” di Hotel Novotel, Kota Semarang Kamis (24/6/2021).

 

HALO SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat penanggulangan gerak terorisme di Indonesia. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan membangun sinergitas antarkementerian atau lembaga, demi mencegah penyebaran paham radikalisme di Indonesia.

Setelah melakukan sosialisasi di beberapa provinsi, kali ini BNPT menyasar ke Jawa Tengah dengan menggelar acara “Sosialisasi Sinergitas Program Penanggulangan Terorisme di Jawa Tengah” di Hotel Novotel, Kota Semarang Kamis (24/6/2021).

Sekretaris Utama BNPT, Mayjen TNI Untung Budiharto saat membuka sosialisasi ini mengungkapkan, bahwa kegiatan ini untuk mensukseskan sinergitas demi menanggulangi terorisme di Provinsi Jawa Tengah.

“BNPT selaku leading sector penanggulangan terorisme di Indonesia dan masing-masing Kementerian atau Lembaga melaksanakan kolaborasi sesuai dengan tugas dan fungsinya,” terangnya.

Untung menambahkan, di Jawa Tengah BNPT akan menyasar 5 kota yang sudah dipilih, yakni Boyolali, Klaten, Solo, Boyolali, dan Temanggung. Kelima kota itu dipilih berdasarkan kesepakatan antara lembaga pemerintah.

“Adanya keterlibatan pemerintah daerah bisa lebih membantu memperlancar pelaksanaan Kegiatan Sinergisitas Antarkementerian atau Lembaga tahun 2021,” tambah Untung.

Sementara Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Humas BNPT, Bangbang Surono menyampaikan, perkembangan kegiatan sinergisitas antarkementerian atau lembaga memberikan alur tahapan pemberdayaan masyarakat dalam upaya menanggulangi paham radikal terorisme.

“Ini juga diyakini sebagai bukti konkret keterlibatan kementerin dan lembaga memberikan dukungan penuh untuk penaggulangan terorisme di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah,” jelasnya.

Bangbang Surono juga menerangkan, bahwasa kegiatan sinergisitas akan didukung salah satunya dengan program Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN).

Pengembangan KKTN ini merupakan sebuah strategi membentuk sebuah wadah kolaborasi dan terbukanya kemitraan terpadu dalam penanggulangan terorisme dari hulu ke hilir.

“Keterlibatan perusahaan BUMN atau swasta, kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan manfaat secara luas kepada masyarakat guna mewujudkan ekonomi mandiri, pemerataan pembangunan, transformasi sosial dan kesejahteraan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo juga sempat hadir meski secara daring. Dalam sambutannya Ganjar mengatakan, jika Jawa Tengah siap ikut serta dalam penanggulangan terorisme.

“Kami akan kooperatif dan mendukung penuh kegiatan ini yang dikemas dengan gaya yang kekinian agar lebih soft dan mudah berterima. Kami sudah mulai bergerak hingga hari ini dan akan terus dilaksanakan, karena menjadi sesuatu yang penting.

Kami berharap, kegiatan ini nantinya betul-betul soft, real, dan masyarakat dapat menerima pesan tersebut dengan baik dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.

Menurut Ganjar, dunia pendidikan juga menjadi ruang yang harus diperhatikan serta perlu merangkul seluruh stakeholder yang memiliki otoritas untuk mengajarkan nilai-nilai kebangsaan, termasuk hormat bendera dengan memaknainya sebagai bangga menjadi anak bangsa.

“Ayo saling ingat mengingatkan. Eling lan ngelingake. Untuk terus menjaga diri dari ancaman yang paham merusak keutuhan NKRI,” tandas Ganjar.(HS)

Share This

Pelaku Pelecehan Seksual Di Semarang Masih Berkeliaran, Pihak Berwenang Diminta Serius Kejar Pelaku

Guna Mencukupi Kebutuhan Bagi Warganya, Pemdes Sarirejo Stok Oksigen Sendiri