Cegah Stunting, Kemenkes Apresisiasi Acara Ngobrol Bareng Bupati Blora

Acara Ngobrol Bareng Bupati, dengan tema Sesarengan Cegah Stunting, di pendopo kabupaten. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Masalah stunting tidak hanya menjadi urusan Dinas Kesehatan, melainkan seluruh stakeholder harus bersama-sama mencegah dan menanggulanginya.

Hal itu disampaikan Dakhlan Choeron SKM MKM, dari Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, ketika menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Bareng Bupati, pendopo kabupaten.

Acara dilaksanakan secara hibrida, offline dan online melalui Youtube Prokompim Blora dan Dinkominfo Blora, Sabtu, (27/3). Pada edisi perdana ini, mengambil tema “Sesarengan Cegah Stunting” kerja sama dengan Dinas Kesehatan.

Acara itu juga dihadiri Bupati H Arief Rohman SIP MSi dan Wabup Tri Yuli Setyowati ST MM, serta Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Hj Ainia Shalichah SH, MPd AUD MPd BI.

Lebih lanjut Dakhlan mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi keseriusan Pemkab yang telah menggelar acara ini.

“Agar kita semua sadar bahwa penanggulangan stunting dan pencegahannya sangat penting untuk keselamatan generasi penerus bangsa. Perlu kerja keras dan sinkronisasi data dari seluruh jajaran untuk penurunan angka stunting ini,” ucap Dakhlan, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Lebih lanjut, Dakhlan juga meminta lurah dan kades, agar mereka siap setiap saat, jika Bupati meminta data stunting.

“Saya titip pesan betul-betul terkait data stunting. Ayo kita kawal rame-rame agar tidak menambah angka stunting,” kata dia.

Dia juga mengatakan bahwa pada April, akan ada program pendataan keluarga. Karena itu dia meminta Dinas Sosial, Dindalduk KB dan Dinkes, senantiasa bersinergi untuk memaksimalkan dan mensinkronkan data.

Hal itu demi mendapatkan data berkualitas, sebagai acuan kebijakan menurunkan angka stunting.

“Terakhir saya titip betul kepada seluruh camat, lurah, kades serta TP PKK, untuk bersama menangani stunting. Jangan ada penambahan lagi. Semoga sesuai dengan data yang sudah masuk, tentang delapan Aksi Konvergensi Tahun 2020 dan Kabupaten Blora dapat mempertahankan predikat terbaiknya,” kata Dakhlan.

Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Hj Ainia Shalichah SH, MPd AUD MPd BI, dalam paparannya menyampaikan bahwa TP PKK berperan sangat besar, dalam penanganan stunting di Kabupaten Blora.

“Minta izin bapak, untuk mohon arahan dan bimbingannya agar TP PKK dapat mengambil peran maksimal dalam penanganan stunting. Peran TP PKK dalam usaha penanganan stunting ini sangat besar, tidak bisa diremehkan,” kata Ketua TP PKK.

Selanjutnya, Ainia menyampaikan inovasi program terobosan yang diinisiasinya, yaitu Dawis Penting.

“Dawis Penting yaitu inovasi yang kami kembangkan, Dasa Wisma Pendamping Stunting, selain Posyandu, kegiatan ini mendorong kader TP PKK menjadi agen perubahan yang berperan mendorong peningkatan kualitas hidup individu, keluarga dan masyarakat. Kami meminta agar masing-masing desa bisa menganggarkan anggaran APBDes nya untuk program penanggulangan stunting,” kata dia.

Bupati H Arief Rohman SIP MSi, dalam sambutannya berpesan untuk generasi muda, yang dalam kegiatan ini diwakili oleh Duta Genre, agar bisa berperan aktif dalam penanganan stunting.

“Duta Genre sebagai generasi milenial. Anak muda milenial diharapkan berperan aktif membantu penanganan stunting. Kita ingin kedepan Blora bisa zero new stunting, jangan sampai ada lagi kasus-kasus baru tentang stunting,” kata Bupati.

Dengan dampak pandemi yang sudah setahun menimpa negara kita menyebabkan terhentinya beberapa pelaksanaan kegiatan,seperti Posyandu dan lain sebagainya, yang ditargetkan pada tahun 2020 tidak tercapai sehingga untuk tahun 2021 perlu penyesuaian target dan penajaman fokus kegiatan.

Dalam laporan penyelenggaraannya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edy Widayat SPd MKes MH menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara hibrida.

“Pelaksanaan kegiatan ini secara hibrida, diikuti langsung oleh Kepala OPD dan Camat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di Pendopo ini, dan diikuti secara daring oleh Kepala Puskesmas dan TP.PKK Kecamatan seluruh Kabupaten Blora, serta desa lokus stunting,” lapor Edy Widayat.

Lebih lanjut disampaikan Plt Kadinkes bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mencapai kesepakatan bersama penanganan stunting oleh seluruh stakeholder Pemkab. Blora. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.