in

Cegah PMK, Pelabuhan Kendal Tutup Sementara Pengangkutan Hewan Ternak dari Luar

Arus balik di Pelabuhan Kendal, Jumat (13/5/2022)

HALO KENDAL – UPTD Pelabuhan Kendal menutup sementara pengangkutan hewan sapi, kerbau dan kambing, menyusul merebaknya Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).

Hal ini mengacu kepada Surat Edaran Kepala Badan Karantina Pertanian nomor 12950/kr.120/k/05/2022 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap kejadian PMK.

Kepala UPTD Pelabuhan Kendal Andi Rahmat mengatakan, selama ini setiap pemberangkatan KMP Kalibodri dari Pelabuhan Kendal selalu mengangkut sapi atau kambing.

Dengan adanya surat edaran tersebut, maka pengiriman hewan sapi, kerbau dan kambing melalui Pelabuhan Kendal sementara ditutup.

“Memang ditutup dulu pengiriman hewan ternak iru, karena tidak diperbolehkan setelah ada surat edaran pencegahan PMK,” terang Andi, Sabtu (14/5/2022).

Dijelaskan, petugas UPTD Pelabuhan Kendal melakukan pemeriksaan kepada armada angkutan yang akan diangkut KMP Kalibodri di Pelabuhan Kendal.

“Pengawasan dan pemantauan ketat dilakukan petugas, baik dari Balai Karantina yang ada di pelabuhan, juga dari Kepolisian dan TNI AL serta ASDP,” jelas Andi.

Setiap kendaraan armada yang akan masuk ke KMP Kalibodri diperiksa dan jika ditemukan mengangkut hewan ternak terpaksa dilarang terlebih dahulu.

“Dalam surat edaran disebutkan diminta meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas media pembawa PMK dengan bekerjasama dan berkoordinasi dengan dinas provinsi serta dinas kabupaten/kota yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan setempat, otoritas pelabuhan,” ungkap Andi.

Sedangkan untuk hewan ternak berupa unggas masih diperbolehkan diangkut KMP Kalibodri, namun harus dilengkapi surat keterangan dan dilakukan penyemprotan.

“Belum tahu batas waktunya bisa mengangkut kembali sapi dan kambing, belum bisa dipastikan,” imbuh Andi.

Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, sampai saat ini belum ditemukan adanya hewan sapi, kerbau maupun kambing di Kabupaten Kendal yang terkena PMK.

Petugas telah melakukan sosialisasi kepada peternak dan pedagang sapi di sejumlah pasar hewan seperti di Sukorejo, Boja dan Weleri.

“Kita antisipasi dari awal, melalui edukasi, pemberian informasi kepada blantik-blantik, peternak, pedagang, terutama yang biasa mendatangkan ternak dari luar Kabupaten Kendal,” terangnya.

Kepada peternak maupun pedagang hewan, diminta untuk segera melaporkan ke petugas jika mengetahui hewan sapi, kerbau atau kambing yang diindikasikan terkena PMK, supaya segera dilakukan penanganan oleh petugas.

“Hewan sapi atau kambing yang terindikasi terkena PMK harus dipisah atau isolasi, sampai menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium,” pungkas Pandu. (HS-06).

Polri Minta Saifuddin Ibrahim Segera Serahkan Diri atau Ditangkap FBI

Deklarasi Teman Sandi Semarang Diwarnai Lomba Masak, Konvoi Becak, Lomba Futsal serta Berbagai Aksi Sosial