in

Cegah Penyebaran Covid-19, Ini Aturan bagi Pelaku Perjalanan, Mulai Berlaku Hari Ini

Petugas melakukan rapid tes antigen pada warga yang pulang dari berwisata ke Bali. (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO SEMARANG – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 202, tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Edaran yang ditandatangani Ketua Satgas Doni Monardo 9 Februari 2021 ini berlaku mulai 9 Februari.

Surat Edaran ini dilatarbelakangi atas tingkat penularan Covid-19 di wilayah Indonesia yang masih tinggi, ditandai dengan positivity rate, kasus aktif, dan penambahan kasus positif di tingkat nasional.

Selain itu, SE Satgas Nomor 5 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19 juga telah berakhir pada 8 Februari 2021.

Doni menegaskan, ketentuan perjalanan orang ini disusun dengan maksud untuk memperpanjang masa berlaku penerapan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan orang di dalam negeri dalam masa pandemi Covid-19.

Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan dalam kebiasaan baru, bagi terciptanya kehidupan yang produktif dan aman Covid-19; mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19; dan melakukan pembatasan pelaku perjalanan jarak jauh darat dan menggunakan moda kereta api selama libur panjang atau libur keagamaan.

“Ruang lingkup Surat Edaran ini, adalah protokol kesehatan terhadap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN), yang menggunakan seluruh moda transportasi untuk seluruh wilayah Indonesia,” tegas Doni dalam surat edaran tersebut, seperti dirilis Setkab.go.id.

Dalam SE disebutkan juga sejumlah dasar yang digunakan, di antaranya adalah Keputusan Rapat Terbatas tanggal 28 Desember 2020, 6 Januari 2021, 21 Januari 2021, dan 2 Februari 2021.

“Perjalanan orang dalam negeri, adalah pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lainnya, berdasarkan batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota, dengan menggunakan moda transportasi pribadi atau umum, baik melalui jalur darat (jalan), perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyeberangan, maupun udara,” kata dia.

Sementara, yang dimaksud wilayah aglomerasi adalah pengumpulan atau pemusatan dalam lokasi atau kawasan tertentu.

Secara umum, dalam SE tersebut diatur adanya kewajiban bagi pelaku perjalanan, untuk mencegah penularan Covid-19, melalui protokol kesehatan, yaitu memakai masker secara benar, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Masker yang digunakan, juga harus merupakan kain tiga lapis, atau masker medis. Masker tersebut juga harus menutup hidung dan mulut.

Seperti SE sebelumnya, selama dalam perjalanan menggunakan moda transportasi darat, laut, sungai, danau, penyeberangan dan udara, individu tidak boleh berbicara satu arah atau dua arah secara langsung, atau melalui telepon.

Dalam perjalanan, terutama yang kurang dari dua jam, masyarakat juga dilarang makan atau minum. Tetapi ketentuan ini dikecualikan untuk orang-orang yang mengonsumsi obat, yang jika tidak diminum, dapat membahayakan keselamatan orang tersebut.

Pelaku perjalanan juga wajib negatif Covid-19. Karena itu mereka, wajib menunjukkan surat bebas Covid-19, baik melalui pemeriksaan rapid test antigen, PCR, maupun GNose. (HS-08)

Share This

Terendam Beberapa Hari, Ini Keluhan Warga Genuk

Banjir Kaligawe Mulai Surut, Namun Lalu Lintas Masih Macet