in

Cegah Penyebaran Covid-19, GOR Tri Lomba Juang Ditutup Sementara

Pengumuman penutupan GOR Tri Lomba Juang Semarang.

 

HALO SEMARANG – Untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, GOR Tri Lomba Juang Semarang sementara ditutup dari aktivitas masyarakat. Hal itu secara resmi diumumkan Pemkot Semarang melalui beberapa laman media sosialnya.

Rencananya, GOR Tri Lomba Juang akan ditutup mulai 7 Juni 2021, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan ini tentu sangat disayangkan banyak warga yang kerap memanfaatkan ruang terbuka publik ini sebagai tempat berolahraga di tengah masa pandemi.

“Sayang sekali harus ditutup, karena Tri Lomba Juang selama ini menjadi tempat favorit bagi warga untuk berolahraga karena fasilitas yang lengkap dan representatif,” kata Alvin, pelajar yang ditemui sedang berolahraga di Tri Lomba Juang Semarang, Minggu sore (6/6/2021).

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Semarang memutuskan untuk memperketat kembali aturan pembatasan kegiatan masyarakat. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan angka penderita positif di wilayah ibu kota provinsi Jawa Tengah.

Atas dasar itu, Pemerintah Kota Semarang pun mengeluarkan revisi kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) melalui Peraturan Wali Kota Semarang nomo 26 tahun 2021. Peraturan tersebut akan berlaku efektif mulai hari Senin, 7 Juni 2021.

Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menerangkan, ada beberapa poin yang diatur ulang dalam revisi PKM yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Semarang kali ini. Hal itu terkait jam operasional tempat usaha yang sebelumnya telah dilonggarkan, saat ini kembali diperketat. Pengetatan itu juga diberlakukan untuk operasional tempat perbelanjaan.

“Sejumlah poin kami berlakukan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19, di antaranya pembatasan jam operasional tempat usaha, tempat hiburan, resto, cafe, warung makan yang semula hingga pukul 00.00 dikurangi maksimal hingga pukul 23.00 WIB. Sementara untuk pasar modern, mal, swalayan dibatasi operasionalnya hingga pukul 22.00 WIB,” terang Iswar Aminuddin.

Iswar pun mengimbau masyarakat untuk tetap patuh dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Ini semua demi kepentingan kita bersama. Angka kasus Covid-19 di Kota Semarang sempat melandai di angka 200-an, namun kini kembali meningkat tajam. Tentu menjadi warning buat kita semua untuk menempatkan protokol kesehatan sebagai langkah menekan persebaran Covid-19,” kata Iswar.(HS)

Share This

Pemkot Semarang Perketat PKM, Antisipasi Peningkatan Angka Covid-19

Soekarno Dan Keberagaman Bangsa Indonesia