Cegah Penularan, Pintu Masuk Semarang jadi Perhatian Pemkot

Foto ilustrasi.

 

HALO SEMARANG – Guna memutus mata rantai persebaran Covid-19, Pemerintah Kota Semarang terus menggelar rapid test Covid-19 secara massif. Usai tes yang dilakukan di beberapa pasar tradisional, Sabtu (30/5/2020), rapid tes juga dilaksanakan di New Bandara Ahmad Yani Semarang, Senin (1/6/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Hakam menuturkan, tes yang dilakukan di bandara penting karena bandara sebagai pintu masuk warga luar daerah ke Semarang, yang mungkin membawa virus Covid-19.

“Bandara menjadi poin penting untuk kita lakukan rapid test. Dari sini, masuk orang-orang dari daerah luar yang bisa saja membawa virus. Yang berbahaya itu orang tanpa gejala (OTG), tidak bisa terdeteksi hanya dengan termometer. Sehingga kami lakukan tes Covid-19,” ujar Hakam, Senin (1/6/2020).

Di bandara Ahmad Yani Semarang tes dilakukan dua tahap, pertama kepada petugas Angkasa Pura kemudian tahap dua dilakukan kepada penumpang kedatangan asal Jakarta.

Setidaknya 14 penumpang yang dilakukan tes, sebagian dengan metode rapid test dan sebagian lagi dilakukan swab test.

Lebih lanjut Hakam menjelaskan, tes yang dilakukan bertujuan untuk mencegah penyebaran virus masuk ke Kota Semarang.

Sehingga kepada petugas Angkasa Pura dan pendatang yang masuk ke Kota Semarang apabila hasil tes dinyatakan reaktif atau positif, maka akan dilakukan isolasi.

“Rapid test dan swab ini untuk menjaring penyebaran virus yang mungkin dibawa masuk oleh penumpang dari luar Kota Semarang. Sehingga bagi yang hasil tesnya positif akan diintervensi untuk melakukan isolasi, agar dapat menekan angka penyebaran virus ini,” tegas Hakam.

Selain di bandara, pada hari yang sama juga dilakukan swab tes kepada tenaga medis.

Ada 239 dokter umum dan dokter gigi se-Kota Semarang yang mengikuti tes di tenda karantina Rumah Dinas Wali kota Semarang.

Swab tes bertujuan sebagai skrining tenaga medis yang setiap hari berhadapan dengan pasien.

“Tim medis ini setiap hari berhadapan dengan pasien dan orang banyak. Penting sekali kita berikan akses untuk tes Covid, jangan sampai ada kesulitan untuk tenaga medis melakukan tes,” pungkas Hakam.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.