in

Cegah Maladministrasi Seleksi Calon Taruna Akpol, Ombudsman Jateng Minta Sarana Pengaduan Dioptimalkan

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida.

 

HALO SEMARANG – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah mengawasi pelaksaanan seleksi Calon Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) TA 2021/2022.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida melakukan koordinasi awal perihal pengawasan yang dilakukan oleh Ombudsman.

“Kami melakukan koordinasi sekaligus meminta informasi kepada Kabagrim selaku panitia seleksi untuk menyampaikan kepada Ombudsman laporan pelaksanaan tahapan seleksi. Pada masa pandemi dan PPKM saat ini, tahapan seleksi Catar dilakukan dalam 14 hari kerja,” ujar Farida dalam keterangan resminya yang diterima halosemarang.id, Jumat (23/7/2021).

Pelaksanaan Seleksi tersebut dimulai dari tanggal 16 Juli 2021 sampai dengan tanggal 29 Juli 2021. Saat ini, telah terlaksana berbagai tahapan seleksi dan masih berlangsung penelusuran mental kepribadian. Kemudian, nantinya akan dilanjutkan pemeriksaan psikologi, uji akademik (TPA dan B. Inggris) serta pemeriksaan penampilan.

“Dalam pengawasan ini, Ombudsman Jawa Tengah selaku pengawas penyelenggara pelayanan publik meminta agar panitia seleksi membuka serta mengoptimalkan kanal pengaduan terkait pelaksanaan seleksi. Ombudsman juga mengingatkan kepada masyarakat, khususnya calon taruna untuk berani menyampaikan pengaduan kepada penyelenggara apabila mendapatkan pelanggaran/ maladministrasi dalam proses seleksi penerimaaan Catar TA 2021 ini,” imbuh Farida.

Merespon hal tersebut, Kepala Bagian Penerimaan Penyediaan Personel Polri (Kabagrim Diapers), Kombes Pol Eka Satria Bhakti menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan/pengaduan masyarakat serta senantiasa melakukan komunikasi dan evaluasi dengan Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah.

“Polri memiliki aplikasi Clean and Clear dan Whistle Blower System yang telah disosialisasikan kepada para peserta Calon Taruna untuk menyampaikan pengaduan-pengaduan terkait dugaan penyimpangan dalam seleksi. Sebagai bentuk transparansi kepada publik, tentunya kami pun berkomitmen untuk melakukan komunikasi secara aktif serta meminta saran masukan Ombudsman Jateng untuk mengawasi tahapan seleksi,” papar Eka menerangkan.(HS)

Share This

SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta Raih Banyak Prestasi

Pemprov Jateng Diminta Lebih Gencar Vaksinasi Anak dan Pengentasan Gizi Buruk