in

Cegah Lonjakan Kasus, Wawalkot Minta Warga Tak Sepelekan Covid-19

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan H Salahudin STP. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia pascalibur Lebaran, membuat Pemkot Pekalongan khawatir. Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan H Salahudin STP pun meminta agar masyarakat, bahu membahu dengan Pemkot Pekalongan, untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19.

Jangan sampai kasus Covid-19 yang telah landai pada puasa lalu, kembali melonjak setelah Lebaran.

“Jangan lengah, pandemi Covid ini masih ada, kita semua harus tetap waspada. Terus patuhi protokol kesehatan, sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata dia, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

Salahudin juga meminta masyarakat untuk tidak mempercayai hoaks dan provokasi, yang menyebutkan bahwa Covid-19 tidak ada. Menurut dia, kabar-kabar bohong tersebut menyesatkan dan justru dapat mencelakai masyarakat.

“Virus Covid-19 ada dan nyata. Salah satu buktinya, seluruh dunia ada pasien yang dirawat akibat terpapar Covid-19,” kata Salahudin, dalam Workshop Penanggulangan Masalah Gizi dalam rangka Percepatan Penurunan Angka Stunting, AKI, AKB Tahun 2021, di Rumah Dinas Wali Kota Pekalongan, belum lama ini.

Dia menyebutkan, beberapa daerah di Indonesia saat ini telah mengalami lonjakan kasus Covid-19 secara signifikan, di antaranya di Jakarta, Solo, dan Sleman.

Dia memberi contoh, di Solo ada 51 orang dalam 1 RW yang terkena. Di Sleman, juga ada warga satu kampung yang dibawa ke Asrama Haji untuk dikarantina. Di Cipayung Jakarta, ada sekitar 100 orang dalam 1 wilayah yang dibawa ke Wisma Atlet, untuk menjalani karantina.

Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh abai terhadap protokol kesehatan. Menurutnya, protokol kesehatan bukan untuk menyulitkan, tetapi untuk menyelamatkan semuanya dari bahaya Covid-19 yang belum kunjung berakhir ini.

Pemerintah Kota Pekalongan juga melakukan berbagai upaya, untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19, setelah libur Lebaran. Upaya yang dilakukan mulai mengintensifkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM mikro), deteksi dini pelacakan kontak erat melalui screening swab antigen, dan vaksinasi massal.

“Pemberian vaksinasi bagi kelompok lansia juga masih kami kebut, karena prosentase tertinggi yang tidak kuat sistem imun dan kemungkinan terpapar ada di kelompok lansia,” kata dia.

Namun demikian anak-anak muda juga tetap harus waspada, karena kelompok tersebut juga tidak luput dari ancaman Covid-19.

“Kami harapkan masyarakat tetap waspada dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menerapkan 5 M yakni Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilitas dan interaksi,” kata dia. (HS-08)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Kamis (3/6/2021)

Targetkan PBB 2021 Rp 13,2 Milyar, Baru Tercapai 24 Persen