in

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19, Bupati Batang Minta Kerumunan Dicegah

Apel Tiga Pilar, di halaman Mapolres Batang, Kabupaten Batang, belum lama. (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang bersama Polres dan Kodim 0736/Batang, mengimbau masyarakat untuk tidak membuat kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan, terutama pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Hal itu agar tidak muncul gelombang ketiga penyebaran Covid-19.

Bupati Batang Wihaji mengatakan untuk mencegah kerumunan, aparat dari Pemkab Batang, Polres, dan Kodim akan menjaga tempat-tempat yang diperkirakan dapat muncul kerumunan. Sebelumnya, pihak terkait juga akan melakukan pemetaan tempat-tempat tersebut.

“Upaya meminimalkan kerumunan, merupakan bagian dari semangat kita supaya tidak terjadi sesuatu yang memunculkan potensi gelombang ketiga,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Wihaji juga meminta pemerintah desa dan satgas Covid-19 di desa, menyiapkan tempat isolasi mandiri dan melakukan mitigasi.

“Nanti pihak desa juga menyiapkan ruang Isoman, seandainya terjadi kasus Covid-19, mampu melakukan mitigasi. Tapi semoga peristiwa itu tidak terjadi karena sudah diantisipasi sejak awal,” jelasnya.

Dia mengapresiasi kinerja Polres dan Kodim Batang, yang telah menangani Covid-19 dengan maksimal.

“Semoga tidak terjadi kasus-kasus baru dan gelombang ketiga, sehingga perekonomian makin membaik, masyarakat bisa beraktivitas seperti semula,” harapnya.

Sementara itu dalam apel persiapan Natal dan Tahun Baru, beberapa waktu lalu,  Kapolres Batang AKBP M Irwan Susanto, mengatakan upaya mencegah penyebaran Covid-19 dan meningkatkan perekonomian nasional, peran pemerintah bersama TNI/Polri sangat diperlukan. Sinergitas telah dilakukan selama dua tahun masa pandemi.

“Alhamdulillah tiga pilar di Kabupaten Batang bisa mewujudkan pengendalian tersebut. Yang paling utama untuk memotivasi semuanya, bahwa pengendalian jelang Nataru dapat dilakukan mulai dari lini terkecil yakni tingkat rukun tetangga, rukun warga, pemerintah desa hingga kabupaten,” terangnya.

Dia mengimbau untuk meningkatkan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, di tingkat RT/RW. Selain itu perlu dilakukan pememantauan pada warga luar daerah yang datang ke Kabupaten Batang. Pemantauan juga perlu dilakukan pada warga batang yang keluar kota.

“Tingkatkan kembali tracing dan testing terhadap warga Batang, untuk mengetahui jumlah yang terkonfirmasi, walaupun saat ini yang terkonfirmasi dari kalangan ibu hamil,” tegasnya.

Ia mengharapkan seluruh warga menerapkan prokes ketat dan memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi.

Dandim 0736/Batang Letkol Arh Yan Eka Putra mengingatkan, masyarakat tidak boleh lengah terhadap pandemi, karena situasi yang mulai kondusif.

“Apa yang sudah kita lakukan sejak tahun lalu, itu luar biasa, karena bisa meredam penyebaran pandemi, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Batang. Semangat itu harus terus ditingkatkan, sehingga kondisi kondusif ini bisa bertahan sampai tahun-tahun mendatang,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan, tentang penyebaran varian baru Covid-19, Omicron, di luar negeri. Varian baru ini perlu diwaspadai, agar jangan sampai masuk ke Indonesia.

Berdasarkan, informasi dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI dan Panglima TNI, dalam perayaan Nataru tahun ini, tidak ada penerapan PPKM Level 3, namun disesuaikan dengan kabupaten/kota masing-masing.

“Ini jadi tanggung jawab kita bersama, untuk menjaga betul situasi atau level PPKM di wilayah kita. Babinsa, Bhabinkamtibmas dan para Kades merupakan ujung tombak dalam pencegahan munculnya gelombang ketiga,” ujar dia.

Sementara Kepala Desa Plelen, Siti Amri Alimatul Muflikhah menuturkan, PPKM Mikro akan diintensifkan menjelang Nataru.

“Kami akan bekerja sama dengan RT untuk mendata warga luar daerah yang datang. Ruang isolasi juga sudah disiapkan, namun memang belum pernah digunakan karena mereka lebih memilih diisolasi di rumah sendiri,” imbuhnya.

Vaksinasi

Sementara itu selain pencegahan penyebaran Covid-19, Pemkab Batang bersama Polri dan TNI juga berupaya mempergencar vaksinasi massal. Bupati Batang pun sudah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes), untuk memetakan sasaran penerima vaksin, hingga pelosok-pelosok desa.

Menurut Bupati Batang Wihaji, hingga Senin (13/12) lalu, secara umum capaian vaksinasi di Kabupaten Batang sudah mencapai sekitar 70 persen. Namun untuk lanjut usia baru sekitar 50 persen, sehingga harus diintensifkan agar cepat mencapai target.

Selain Pemda bersama unsur TNI/Polri, percepatan vaksinasi juga butuh dukungan dari elemen organisasi kemasyaratan di Batang untuk ikut mendukung percepatan vaksinasi di pedesaan.

Percepatan vaksinasi yang selama ini diintensifkan selama satu bulan, agar di akhir Desember tercapai 70 persen.

“Saya paham betul suasana kebatinan anggota TNI/Polri sekarang agak kesulitan untuk mencari siapa lagi yang akan divaksin. Meski demikian, semangat untuk percepatan vaksinasi jalan terus, karena kami selalu mendukung,” tegasnya.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinkes Batang, dr. Didiet Wisnuhardanto menerangkan, Dinkes bersama Disdukcapil sekarang sedang berupaya mengurai data antara warga yang sudah dan yang belum menerima vaksin.

“Ada 40 ribu NIK yang belum tertata rapi, jadi kami tidak bisa mengetahui berapa jumlah warga yang sudah divaksinasi atau belum. Tapi secara bertahap sudah ada perbaikan sebanyak 8 ribu, nanti kedepan lebih baik,” ujar dia. (pur,HS-08)

Percepatan Vaksinasi di Kendal, Petugas Door To Door Datangi Lansia

Bupati Brebes Berharap Vaksinasi Capai 70 Persen Sebelum Tahun Baru