Cegah Covid-19, Sekda Magelang Larang ASN Keluar Kota

Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono memberikan pengarahan di pringgitan kantor Wali Kota Magelang. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO MAGELANG – Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono memerintahkan seluruh jajarannya untuk tidak bepergian ke luar kota, saat cuti bersama akhir Desember 2020 ini. Hal itu untuk mencegah penularan Covid-19 yang belum juga reda.

Perintah tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran (SE) nomor 440.1/607/111 tertanggal 30 November 2020, tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19 selama libur panjang cuti bersama akhir tahun 2020.

Selain melarang bepergian, Joko juga meminta jajarannya untuk tidak menerima tamu dari luar daerah.

“Saya minta kepala OPD di jajaran Pemerintah Kota Magelang untuk mengimbau kepada seluruh stafnya, supaya tidak bepergian ke luar kota dan tidak menerima tamu atau pendatang dari luar daerah,” kata Joko, saat memberikan pengarahan di pringgitan kantor Wali Kota Magelang, seperti dirilis Jatengprov.go.id.

Perintah ini juga ditujukan kepada seluruh camat dan lurah. Mereka diminta menyampaikan melalui Ketua RT, RW dan Satgas Jogo Tonggo supaya mengimbau masyarakat tidak ke luar kota dan menerima pendatang dari luar kota.

“Camat dan lurah awasi lingkungan masing-masing. Sampaikan ke warga, supaya kita semua terhindar dari Covid-19,” ungkap Joko.

Selama pandemi belum reda, lanjut Joko, seluruh kegiatan yang menghadirkan orang banyak di rumah atau tempat-tempat umum, untuk sementara ditunda atau dibatasi.

Kecuali keperluan sangat penting atau mendesak, dan harus dilaksanakan, maka wajib menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dikatakan Joko, angka kasus Covid-19 di Kota Magelang melonjak beberapa waktu terakhir. Pemkot Magelang bahkan sudah menyediakan hotel berkapasitas sebanyak 70 tempat tidur (TT) untuk pasien Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan.

“Kita sangat prihatin, kenaikan kasus Covid-19 cukup siginifikan. Edukasi kepada masyarakat memang tidak mudah. Kenyataan di lapangan, banyak pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan yang memilih karantina di rumah. (Padahal) kalau (karantina) di rumah tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Joko.

Data terakhir per 7 Desember 2020 pukul 18.00 WIB, angka kumulatif kasus Covid-19 mencapai 750 orang, meliputi 24 orang dirawat, 76 orang menjalani isolasi (isolasi di rumah 69 orang, isolasi terpusat tujuh orang), 606 orang sembuh, dan 44 orang meninggal dunia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.