Cegah Covid-19 Memburuk, Menkominfo: Patuhi Protokol Kesehatan dan Tidak Mudik

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (Foto: DOK/kominfo.go.id).

 

HALO SEMARANG – Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Pemerintah selalu berupaya mendorong masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan 3M.

Masyarakat didorong untuk tetap memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan hindari kerumunan, dan mencuci tangan memakai sabun secara berkala.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Menteri juga mengimbau masyarakat agar tidak mudik.

- Advertisement -

“Saat ini terdapat sejumlah negara yang sedang menghadapi gelombang kedua (second wave). Bahhkan sudah ada yang memasuki gelombang ketiga (third wave) maraknya kasus penularan Covid-19,” kata Johnny G Plate saat menerima kedatangan tahap ke-10 vaksin Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (30/4/2021).

“Negara-negara tersebut mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang luar biasa. Untuk itu, kita jangan lengah dan berupaya agar kejadian tersebut tidak terjadi di Indonesia!” ujarnya menegaskan.

Menjadi lengah dengan abai protokol kesehatan ataupun euforia setelah divaksinasi, dinilai Menkominfo dapat mengakibatkan bahaya bagi masyarakat.

“Meskipun vaksinasi telah dilakukan, kita tidak boleh lengah. Sekali lagi saya tegaskan, kita tidak boleh lengah! Kita harus tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan untuk keselamatan diri, keluarga serta seluruh masyarakat Indonesia,” kata Menteri.

Menkominfo memaparkan upaya pemerintah menekan tingkat penularan Covid-19. Salah satunya melalui Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021, Pemerintah telah menetapkan peniadaan mudik Hari Raya Idulfitri tahun 1442 Hijriah dari tanggal 6 s.d. 17 Mei 2021.

Pemerintah juga memperketat persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang diterapkan sejak dua pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik, yakni 22 April sampai 5 Mei 2021 dan 18 sampai 24 Mei 2021.

“Kita berharap dengan adanya regulasi Pemerintah terkait peniadaan mudik lebaran tahun ini serta pengetatan persyaratan perjalanan dalam negeri, tidak hanya dapat memutus rantai penyebaran Covid-19, tetapi juga mengantisipasi potensi peningkatan penularan kasus antardaerah,” tutur dia.

Indonesia sendiri kembali menerima kedatangan vaksin Covid-19 sebanyak 6 juta dosis dalam bentuk bahan baku (bulk) dari Sinovac Biotech Ltd. Sedangkan 482.400 dosis dalam bentuk jadi (vial) dari Sinopharm China National Pharmaceutical Group. Menkominfo yang mewakili Pemerintah Indonesia dalam menyambut kedatangan vaksin.

“Kedatangan vaksin Covid-19 yang kali ini merupakan tahapan ke-10 menggenapkan jumlah vaksin yang telah diterima Indonesia menjadi total 65.500.000 dosis dalam bentuk bahan baku (bulk) dari Sinovac serta 8.448.000 dosis dalam bentuk jadi (vial) dari Sinovac dan Sinopharm serta AstraZeneca yang melalui fasilitas COVAX/GAVI,” ujar Menteri Johnny.

“Ini merupakan bentuk komitmen dan konsistensi Pemerintah dalam mengamankan pasokan vaksin secara bertahap di dalam negeri, di tengah situasi dunia yang berlomba-lomba mendapatkan vaksin Covid-19,” tegasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.