in

Cegah Covid-19 di Kota Pekalongan, PPKM Level 3 Tetap Berlaku, Polres Gelar Patroli

Gerai Vaksinasi Presisi yang digelar Polres Pekalongan Kota. Kegiatan seperti ini bersinergi dengan Kodim 0710/Pekalongan dan Pemkot Pekalongan. (Foto : Pekalongankota.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Beragam cara dilakukan Forkompimda Kota Pekalongan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Selain tetap menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 oleh Pemkot, Polres pun gencar menggelar patroli dan sosialisasi agar warga tetap berada di rumah.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE, mengatakan tetap menerapkan PPKM Level 3 pada libur Natal dan Tahun Baru, walaupun secara nasional telah dibatalkan oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan.

Kebijakan yang mulai diberlakukan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 ini, untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 di wilayah itu.

“Di Kota Pekalongan tetap ada pengetatan sesuai dari aturan PPKM Level 3 yakni mulai tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022. Tidak boleh ada acara besar terkait perayaan Nataru,” kata Afzan Arslan Djunaid, setelah menyerahkan penghargaan kepada Kelompok Tani Terbaik Tahun 2021, di Ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan, belum lama.

Dengan penerapan kebijakan ini, pada malam Perayaan Tahun Baru 2022, tidak ada pesta kembang api, atau acara apapun yang mengundang kerumunan orang. Pada malam itu, semua jalan protokol di Kota Pekalongan akan ditutup, untuk mengantisipasi terjadinya keramaian atau kerumunan.

“Meski kasus Covid-19 sudah kondusif, tetapi kita tetap harus waspada, karena varian mutasi virus baru Covid-19 Omicorn sudah masuk ke Malaysia. Jangan sampai varian virus baru itu masuk ke Indonesia, khususnya ke Kota Pekalongan,” tandasnya.

Upaya Pemkot untuk mencegah penyebaran virus korona itu, juga didukung oleh Polres Pekalongan Kota dengan menggencarkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

Bukan hanya untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas seperti curas, curatn, dan curanmor, pengintensifkan patroli dalam KRYD ini, juga dilakukan untuk mengajak masyarakat agar tetap berdiam di rumah, saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Wahyu Rohadi SIK, Rabu (8/12) mengatakan bahwa perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini, masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Untuk itu selain gangguan kamtibmas, yang perlu diwaspadai adalah terjadinya gelombang ketiga Covid-19, serta kerawanan bencana alam, karena akhir tahun ini intensitas hujan terus meningkat.

“Kami imbau warga agar tetap di rumah, taati dan patuhi imbauan pemerintah. Dan untuk antisipasi gangguan kamtibmas, Polres Pekalongan kota akan bersinergi dengan Kodim, Pemkot Pekalongan, dan lintas sektoral lainnya,” kata Kapolres Pekalongan Kota itu.

Selain KRYD, Polres Pekalongan Kota juga mendorong masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Masyarakat bisa datang ke fasilitas-fasilitas kesehatan dan gerai-Gerai Vaksinasi Presisi, yang digelar Polres Pekalongan Kota, bersinergi dengan Kodim 0710/Pekalongan dan Pemkot Pekalongan.

Salah satu kegiatan Gerai Vaksin Presisi ini, digelar di gedung bekas Kelurahan Karangmalang dan Kelurahan Pringrejo Kota Pekalongan, Senin (07/12)

Dalam vaksinasi massal  di Kelurahan Pringrejo, sebanyak 134 warga mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Adapun di Kelurahan Karangmalang, sebanyak 80 warga mendapatkan vaksin. Dari dua tempat itu, sebanyak 59 warga mendapatkan vaksinasi untuk dosis pertama dan 155 warga mendapatkan dosis kedua vaksin Covid-19.

Kasi Humas Polres Pekalongan AKP Suparji, mengatakan ke depan Gerai vaksinasi Presisi akan terus digelar, sehingga akan mempercepat capaian vaksinasi secara Nasional.

“Antusiasme warga untuk melaksanakan vaksinasi sangat tinggi, sehingga kami bagi menjadi 2 titik lokasi, sehingga tidak menimbulkan kerumunan, adapun 2 titik Lokasi tersebut adalah Eks Kelurahan Karangmalang dan Kelurahan Pringrejo, Kota Pekalongan.” tambah Kasi Humas.

Vaksinasi membuat tubuh lebih sehat. Tidak saja membentengi diri sendiri namun juga memberikan rasa percaya diri saat bertemu dengan orang lain.

“Kita tahu vaksin ini tidak 100 persen mencegah virus corona, namun ini adalah sarana membentengi agar ketika vaksin masuk ke dalam tubuh, kekebalan tubuh tetap terjaga saat virus berusaha masuk ke tubuh kita, namun walau sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19,” tambah AKP Suparji.

Dia berharap herd immunity segera terbentuk, Covid-19 segera hilang, dan kehidupan ekonomi bisa segera bangkit. (pur, HS-08)

Pembinaan FKUB, Bupati Karanganyar Ajak Jaga Umat Beragama Guyub

Kodim 0272 Karanganyar Bantu Korban Semeru, Bupati : Ini Kesadaran untuk Rapatkan Barisan