in

Catatan Buruk PS Sleman Belum Berakhir

Pemain PS Sleman Kim Jeffrey Kurniawan (tengah) dikepung pemain Persik Kediri. (Foto: PS Sleman)

 

HALO SPORT – PS Sleman belum mampu keluar dari zona bawah. Hasil imbang 0-0 melawan Persik Kediri di kompetisi BRI Liga 1 2021-22 di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (3/10/2021), gagal mengangkat posisi PSS di klasemen. Ini juga belum mengakhiri catatan buruk tim di liga.

Gagal menang tetapi juga terhindar dari kekalahan setidaknya menjadikan posisi pelatih Dejan Antonic masih tak pasti. Apakah dirinya diberhentikan atau tetap dipertahankan PSS.

Hanya pencapaian PSS selama ditangani Dejan memang kurang bagus. Pada tahun pertama di Sleman sebelum Liga 2020 dihentikan karena pandemi Covid-19, PSS juga menuai hasil buruk.

Dari tiga laga pertama, PSS hanya mampu meraih satu poin setelah bermain imbang 0-0 melawan PS Tira Persikabo di Maguwoharjo. Sedangkan dua laga lain melawan PSM Makassar dan Persib Bandung, Bagus Nirwanto dkk kalah dengan skor sama 2-1.

Pencapaian yang mengecewakan. Bahkan mereka hanya mampu mencetak dua gol dan kebobolan empat gol. Hasil itu menjadikan PSS masuk zona degradasi. Mereka menduduki peringkat 16. Sedangkan di bawah PSS ada Barito Putera dan Persela Lamongan.

Beruntung, kompetisi berhenti dan tak dilanjutkan setelah gagal mendapat izin dari Polri. Faktor kemanusian menjadi pertimbangan karena pandemi masih termasuk tinggi.

Saat kompetisi kembali bergulir, PSS tak berubah meski terjadi perombakan atau setidaknya perbaikan komposisi pemain. Pencapaian buruk Laskar Elang Jawa memang di luar perkiraan. Pasalnya, mereka melakukan pemanasan dengan hasil cukup bagus setelah menduduki peringkat tiga di turnamen pramusim, Piala Menpora 2021.

PSS sesungguhnya sempat memetik harapan karena mampu menahan Persija Jakarta 1-1 pada laga pertama BRI Liga 1. Namun performa mereka ternyata masih belum stabil. Meski menang 2-1 atas Arema FC, mereka kemudian gagal meraih poin setelah kalah dari Persiraja Banda Aceh (3-2), Madura United (1-0) dan Persebaya Surabaya (1-3).

Hasil buruk yang memunculkan ketegangan karena Sleman Fans menuntut Dejan diberhentikan. Tuntutan itu mendapat respons mengejutkan. Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada yang menaungi PSS, Marco Gracia Paulo, menyatakan siap memenuhi tuntutan suporter, tetapi PSS bakal hengkang dari Sleman.

Statemen spontan Marco segera menimbulkan kegaduhan. Dirinya pun meminta maaf karena ucapannya dan memastikan PSS tetap di Sleman.

Hanya, akhir kegaduhan itu tak berujung positif di kompetisi. PSS kembali gagal meraih penuh setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persik. Hasil itu menunjukkan catatan buruk PSS belum berakhir.

Meski belum bisa menang, Dejan tetap menunjukkan kepuasan terhadap penampilan Kim Jeffrey Kurniawan dkk. Menurut dia pemain sudah bermain maksimal dan menciptakan beberapa peluang.

“Ini laga yang cukup berat karena kedua tim sama-sama tak ingin kalah. Kami punya kesempatan mencetak gol, tetapi gagal. Padahal ada beberapa peluang yang seharusnya bisa membuahkan gol,” ucap Dejan.

“Pemain sudah maksimal di pertandingan ini. Dari segi hasil memang mengecewakan, teapi ini lebih bagus daripada tak mendapat poin. Kami harus lebih fokus dan disiplin pada laga berikutnya,” kata dia lagi.

Langkah PSS memang tak mudah. Awal yang buruk dan PSS bakal bekerja keras untuk keluar dari situasi tak bagus ini. Adanya libur kompetisi selama dua pekan bakal dimaksimalkan Dejan melakukan perbaikan total. Dejan memastikan PSS bakal tampil beda saat memasuki pekan-pekan pertandingan berikutnya.(HS)

Share This

Ketjeh Resto di Klaten Tawarkan Wisata Kuliner Sambil Bermain Air

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Senin (4/10/2021)