in

Cari Hasil Bagus di Trek Bukan Favorit

Enea Bastianini/dok

HALO SEMARANG – Enea Bastianini, pembalap Gresini Racing Ducati, tertinggal 53 poin di belakang sang pemimpin klasemen MotoGP, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).
Bestia, julukan Bastianini, sudah menang tiga kali musim ini. Sementara Quartararo baru menang dua kali.

Namun, El Diablo (Si Iblis), julukan Quartararo, lebih konsisten. Pencapaian terbaik Enea ketika tidak menang adalah posisi kedelapan. Dalam dua balapan terakhir, rider asal Italia ini bahkan gagal finis.

‘’Fabio selalu memiliki poin lebih banyak, padahal klasemennya tak berubah,’’ ungkap Bastianini seperti dikutip dari Motorsport.

Bestia menilai El Diablo tampil kuat dan selalu berada di depan.

Pembalap tim satelit Ducati ini ingin mencari hasil positif pada Grand Prix (GP) Jerman di Sirkuit Sachsenring, 19 Juni mendatang.

Sachsenring memang bukan trek favoritnya, tapi Enea akan habis-habisan demi finis di depan Si Iblis.

Di Sachsenring tahu lalu, dia pulang tampa membawa poin.

Finis di urutan ke-16 menjadi hasil terburuknya saat menyelesaikan balapan.

‘’Kami termotivasi untuk meningkat dan mendapatkan kembali feeling yang hilang dengan grip depan yang memungkikan kami bersaing di depan lagi,’’ jelasnya.

Meski Sachsenring bukan salah satu lintasan favoritnya, jika berhasil menemukan setelan yang tepat, Bestia yakin dengan peluangnya.

Dia juga wajib waspada karena rivalnya dalam memperebutkan satu tempat di tim pabrikan Ducati, Jorge Martin, mulai menunjukkan kemampuannya.
Martin sukses finis kedua pada GP Catalan, 5 Juni lalu.

Mulai musim depan Francesco Bagnaia bakal mendapatkan tandem baru setelah terdepaknya Jack Miller.

Miller akan membela tim pabrikan KTM mulai MotoGP 2023. (HS-06)

Polri Ungkap 30 Sekolah Khilafatul Muslimin, Kemenag Sebut Tidak Terdaftar

Rivalitas Raih Sepatu Emas Kian Sulit