in

Butuh Uang, Warga Magelang Kuliti Kayu Manis Milik Perhutani Temanggung

Kapolres Temanggung AKBP Burhannudin menunjukkan barang bukti kasus pencurian kayu manis milik Perhutani, dalam konferensi pers yang menghadirkan tersangka TM dan NA, Minggu (22/8). (Foto : Humas.polri.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Warga Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, TM (37) dan warga Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, NA (20)  harus berurusan dengan Polres Temanggung, lantaran telah mencuri kayu manis di hutan milik Perhutani.

“Kedua warga Magelang tersebut, diamankan Satreskrim Polres Temanggung, karena mencuri kayu manis (pohon keningar) milik Perhutani, di kawasan hutan Gunung Sumbing,” kata Kapolres Temanggung AKBP Burhannudin, Minggu (22/8), Humas.polri.go.id.

Kapolres mengatakan kedua tersangka telah dua kali mencuri kayu manis, di kawasan hutan Gunung Sumbing dan masuk wilayah Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung.

Kedua tersangka ditangkap, setelah dipergoki masyarakat setempat ketika beraksinya yang kedua, pada 11 Juli 2021 lalu, saat membawa hasil curian tersebut.

“Masyarakat yang curiga terhadap barang bawaan kedua pelaku, lalu menanyakan barang apa yang sedang dibawa. Kedua pelaku mengaku telah memanen kayu manis di hutan lindung milik Perhutani,” katanya.

Dalam konferensi pers yang digelar Polres Temanggung, kedua pelaku mengaku menjalankan aksinya menggunakan pisau pengupas, untuk menguliti pohon Keningar tersebut. Barang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung plastik yang telah disiapkan dari rumah sebelum berangkat.

Salah satu tersangka NA, mengaku nekat mencuri kayu manis milik Perhutani, karena terdesak kebutuhan uang untuk menghidupi keluarganya.

Dia juga mengaku mengetahui lokasi hutan kayu manis tersebut, karena diberitahu oleh warga sekitar, bahwa di hutan lindung tersebut terdapat ribuan pohon kayu manis yang siap dipanen.

“Kayu manis yang telah dikupas dari pohonnya, dijual kepada seseorang di wilayah Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang dengan harga Rp 25 ribu per kilogramnya,” ungkap tersangka NA.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 26 ke-19, pasal 78 jo pasal 50 ayat (2) huruf c Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta kerja tentang Perubahan atas beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka harus mendekam di rutan Polres Temanggung dan terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 3,5 miliar,” kata Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin. (HS-08)

Share This

Personel Gabungan Polres Jepara Gencarkan Operasi Yustisi

Taman Museum Kota Lama Bubakan Segera Dibangun Dengan Anggaran Rp 450 Juta