Bupati Ungkap Tindakan Pemkab untuk Masyarakat yang Terlanjur Mudik ke Pati

Bupati Pati Haryanto memimpin rapat persiapan Hari Raya Idul Fitri, di ruang Joyokusumo Setda Pati. (Foto : Patikab.go.id)

 

HALO PATI – Bupati Pati Haryanto meminta agar bhabinkamtibmas, babinsa, bidan desa, serta Satgas Covid-19 di desa untuk mendata warga yang berhasil untuk pulang mudik. Mereka harus menjalani cek kesehatan, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Jika sudah terlanjur mudik ke desanya, kita melakukan pendataan melalui bhabinkamtibmas, babinsa, bidan desa, serta Satgas di desa setempat. Berdasarkan data yang sudah ada itu, nanti akan dilakukan swab antigen. Jika ditemukan ada yang positif, maka bisa diisolasi di desanya atau di rumah sakit,” ungkap Haryanto, Patikab.go.id.

Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto, ketika memimpin rapat persiapan Hari Raya Idul Fitri, di ruang Joyokusumo Setda Pati. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi segala hal, berkaitan persiapan menjelang Lebaran. Khususnya adalah Lebaran yang bakal dirayakan di tengah pandemi Covid – 19. Hadir dalam rapat tersebut Kapolres Pati, Dandim 0718/Pati, Kepala Kemenag Pati, serta sejumlah instansi terkait.

Lebih lanjut Bupati mengatakan untuk warga yang terlanjur mudik, juga tidak perlu mengikuti Shalat Idulfitri di masjid. Hal itu agar seandainya yang bersangkutan sudah terjangkit, tidak terjadi penularan pada orang lain.

“Berdasarkan data tersebut, nanti bisa dibuat kebijakan, kalau perlu yang pulang mudik itu nanti tidak perlu mengikuti salat Idul Fitri di masjid, melainkan cukup di rumah saja. Agar apabila ada gejala, yang bersangkutan tidak menularkannya kepada yang lain”, kata dia.

Pada rapat tersebut, Bupati Haryanto juga menyampaikan sejumlah poin penting dalam menyambut hari Lebaran, terutama terkait upaya meminimalisasi penularan Covid – 19.

“Kalau untuk kebutuhan bahan pokok, sejauh ini, di Kabupaten Pati relatif kondusif,” kata Haryanto.

Yang kedua, lanjut Bupati, sama seperti sebelumnya bahwa pelaksanaan salat tarawih yang saat ini masih berlanjut dan salat Idul Fitri nanti, tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Yang ketiga, tidak diperbolehkan melakukan takbir keliling. Hanya diperbolehkan melakukan takbir di mushola maupun masjid – masjid setempat. Itupun juga tidak diperkenankan berkerumun”, jelasnya.

Demi kelancaran hal itu, pihaknya pun bakal segera mengeluarkan surat edaran yang nantinya disampaikan pada camat maupun instansi – instansi terkait. Dan selanjutnya untuk bisa disampaikan kepada masyarakat. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.