in

Bupati Sukoharjo Belum Izinkan Warga Gelar Hajatan

Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM. (Foto : Sukoharjokab.go.id)

 

HALO SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM, meminta masyarakat untuk tidak mempercayai hoaks di media sosial, bahwa dia telah mengizinkan penyelenggaraan hajatan. Etik menegaskan bahwa dia belum pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.

“Masyarakat jangan mudah percaya berita hoax yang beredar di media sosial. Saya juga kaget, kok ada statement saya beredar di media sosial seperti itu. Prinsipnya, saya tidak pernah statement seperti itu,” tandas Bupati, Selasa (24/8), seperti dirilis Sukoharjokab.go.id.

Menurut Bupati, saat ini Sukoharjo masih dalam situasi sangat prihatin, terkait pandemi korona. Selama pelaksanaan PPKM Level 4, hajatan pernikahan belum dibolehkan, karena aturan masih sama.

Yang dibolehkan hanya acara ijab kabul, dengan peserta maksimal 10 orang, dengan disertai hasil negatif tes swab antigen. Selama pelaksanan ijab kabul dengan prokes ketat serta tidak menyediakan makan di tempat.

“Begitu juga dengan acara hiburan juga belum boleh. Saya meluruskan jangan sampai termakan berita hoax. Kasihan masyarakat jadi terombang-ambing luar biasa. Munculnya informasi tersebut, justru menjadikan masyarakat bingung,” tegas Bupati.

Bupati mengajak masyarakat bersatu-padu dan bergotong-royong agar Sukoharjo segera lepas dari PPKM Level 4, dengan cara menegakkan prokes, termasuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

“Insya Allah kalau masyarakat semuanya nurut aturan Pemerintah Pusat dan daerah, korona segera selesai,” kata dia.

Bupati kembali menegaskan, saat ini acara hajatan belum diperbolehkan, dan berlaku sama untuk masyarakat Sukoharjo, tidak membeda-bedakaan antara satu wilayah dengan wilayah lain. Jika ada perbedaan aturan antarwilayah, dikhawatirkan justru membuat “meri” wilayah lainnya.

Saat ini, kelonggaran baru ada untuk tempat ibadah dengan kapasitas 50% dan warung makan diberi kelonggaran waktu makan 30 menit untuk tiga orang pengunjung.

Terkait operasional mal, juga belum dibuka karena Sukoharjo masih melaksanakan PPKM Level 4. “Daerah itu ikut aturan Pemerintah Pusat. Kalau Pemerintah Pusat ngomong A daerah juga A, kalau ngomong B daerah juga B. Kita tidak mau mengambil risiko,” tandas Bupati. (HS-08)

Share This

Vaksinasi Massal, Pemkab Wonogiri Sediakan 10 Ribu Dosis

Gibran Inginkan Semua Warga Solo Tinggal di Rumah Layak Huni